Everton Ditawari Anthony Martial di Tengah Krisis Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Setelah gagal mendatangkan Folarin Balogun di menit akhir bursa, Everton kini membuka peluang merekrut Anthony Martial yang berstatus bebas transfer.
- Martial, yang pernah mencetak sembilan gol ke gawang Everton, dianggap sebagai solusi jangka pendek untuk mendampingi Thierno Barry di lini serang The Toffees.
- Keputusan Everton dalam memanfaatkan peluang ini akan menentukan kedalaman skuad mereka untuk bersaing di Premier League musim ini.

Bursa transfer musim panas baru saja ditutup, namun Everton justru dihadapkan pada teka-teki besar di lini depan. Setelah kegagalan dramatis merekrut Folarin Balogun pada menit-menit akhir, klub asal Merseyside itu kini dikabarkan menerima tawaran untuk mengamankan jasa Anthony Martial, penyerang Prancis yang berstatus bebas transfer. Langkah ini menjadi pelarian darurat bagi manajer David Moyes yang kehilangan Beto dan hanya memiliki satu striker senior, Thierno Barry.
Kekacauan di bursa transfer Everton dimulai ketika kesepakatan senilai sekitar 40 juta poundsterling dengan Monaco untuk Balogun gagal total. Proses medis yang alot memicu keraguan dari pihak pemain, hingga akhirnya pemain timnas Amerika Serikat itu memutuskan mundur. Situasi semakin runyam karena Beto telah resmi dijual ke Fiorentina sebelum penggantinya dipastikan, membuat Everton hanya mengandalkan Barry sebagai satu-satunya penyerang murni. Upaya meminjam Joshua Zirkzee dari Manchester United dan Tammy Abraham dari Aston Villa pun ditolak mentah-mentah.
Di tengah kebuntuan tersebut, nama Martial muncul sebagai opsi mendadak. Pemain berusia 30 tahun itu baru saja meninggalkan Monterrey setelah musim yang mengecewakan di Meksiko, dengan torehan satu gol dan tiga assist dalam 20 penampilan. Namun, rekam jejaknya di Premier League bersama Manchester United tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada musim 2019/20, ia mencetak 23 gol dan 12 assist, dan yang lebih penting, ia memiliki catatan sembilan gol ke gawang Evertonโrekor tertinggi untuk United melawan The Toffees. Gol terakhirnya untuk United pun tercipta di Goodison Park pada November 2023.
Bagi Everton, merekrut Martial adalah langkah berisiko namun logis. Pengalamannya di liga top Eropa bisa menjadi aset berharga untuk membimbing Barry yang masih muda. Namun, performa menurunnya dalam beberapa musim terakhir menjadi tanda tanya besar. Moyes membutuhkan pemain yang siap tampil langsung, bukan sekadar nama besar yang hanya mengandalkan masa lalu. Keputusan ini juga akan berdampak pada strategi jangka panjang klub, terutama dalam hal pengelolaan keuangan setelah pengeluaran besar yang gagal.
Di sisi lain, ketertarikan Martial untuk kembali ke Premier League menunjukkan ambisinya untuk membuktikan diri. Ia tahu bahwa Everton adalah tempat yang tepat untuk memulihkan kariernya, mengingat ia sering tampil impresif melawan mereka. Namun, akankah ia mampu mengembalikan performa terbaiknya? Atau justru menjadi beban baru bagi skuad yang sedang berjuang di papan tengah? Keputusan Everton dalam beberapa hari ke depan akan menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.



