Simple Minds Rilis Album Baru 'Sacrosanct' dan Umumkan Tur Dunia 2027 bersama Gary Numan
Baca dalam 60 detik
- Band rock asal Skotlandia ini akan meluncurkan album studio ke-19 mereka pada 29 Januari 2027, menandai penutup trilogi yang dimulai sejak 2018.
- Tur 'V Tour 2027' akan menjadi yang terbesar dalam karier mereka, menjangkau Australia, Selandia Baru, Eropa, dan Inggris dengan dukungan Gary Numan.
- Album ini lahir dari refleksi Jim Kerr tentang persahabatan, mitologi, dan perjalanan hampir lima dekade bermusik bersama Charlie Burchill.

Grup musik legendaris asal Skotlandia, Simple Minds, mengumumkan album studio baru bertajuk Sacrosanct yang dijadwalkan rilis pada 29 Januari 2027. Bersamaan dengan itu, mereka juga membeberkan rencana tur dunia bertajuk V Tour 2027 yang akan menjadi rangkaian konser arena terbesar sepanjang karier mereka, dengan bintang tamu spesial Gary Numan.
Kabar ini menjadi kejutan manis bagi penggemar setia yang telah menantikan kelanjutan karya band yang identik dengan lagu Don't You Forget About Me itu. Album Sacrosanct disebut-sebut sebagai penutup trilogi yang dimulai dari Walk Between Worlds (2018) dan Direction of the Heart (2022). Vokalis Jim Kerr menggambarkan proyek ini sebagai sesuatu yang terasa 'lebih dekat dengan keyakinan' ketimbang sekadar karier—sebuah pernyataan yang menegaskan kedalaman emosional yang ingin mereka sampaikan.
Periode sejak album terakhir mereka terbilang produktif. Simple Minds merilis film dokumenter, menerbitkan memoar bersama yang masuk daftar 'Buku Terbaik Tahun Ini', dan tampil di depan lebih dari 1,5 juta penonton dalam tur global mereka—jumlah terbesar sejak pertengahan 1980-an. Energi dari konser yang selalu sold-out itulah yang mendorong Kerr dan gitaris Charlie Burchill untuk mulai menggarap materi baru, yang akhirnya menjadi Sacrosanct.
Menariknya, tur Amerika Utara pada 2025 menjadi titik balik kreatif. Respons antusias penonton di kota-kota baru terhadap lagu-lagu awal seperti Sons and Fascination membuat Kerr dan Burchill kembali menelusuri akar art-rock dan new-wave mereka. Pengaruh itu meresap ke delapan lagu dalam album ini, menciptakan nuansa yang lebih eksperimental namun tetap mudah dinikmati.
Single pertama, Beginner Boys, lahir dari pengamatan Kerr terhadap kedua cucu kembarnya yang sedang tumbuh. Lagu ini merenungkan maskulinitas modern—tentang bagaimana kekuatan, kelembutan, keberanian, dan kehangatan bisa berpadu dalam satu pribadi. Sentuhan gitar Burchill yang berkilau memberi warna ceria pada lagu yang sarat makna ini.
Album ini juga menjadi ajang eksplorasi mitologi dan memori. Elysium membuka album dengan penghormatan kepada band Magazine, sementara King of the Underworld terinspirasi dari sosok Mephistopheles. Jerusalem (State of Mind) merujuk pada visi William Blake tentang dunia yang lebih baik, dan Our Secrets Are the Same secara gamblang bercerita tentang persahabatan Kerr dan Burchill—dua bocah yang bertemu di jalanan Glasgow dan masih berkarya bersama hingga lima dekade kemudian. Sementara itu, Songs menjadi momen paling pop dengan penghormatan pada kekuatan emosional musik.
Dua lagu penutup, Alive in This Moment dan The Next Right Thing, menyajikan dua sisi nostalgia: satu mengajak pendengar untuk hadir sepenuhnya di masa kini, yang lain merenungkan perjalanan waktu dan orang-orang yang kita tinggalkan. Kerr menjelaskan, "Kami menamai album ini Sacrosanct karena setelah hampir 50 tahun menulis lagu bersama, ini tidak lagi terasa seperti pekerjaan, melainkan sesuatu yang mendekati keyakinan."
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu memicu harapan akan adanya rangkaian konser yang menjangkau Asia. Meski jadwal resmi belum menyebutkan Jakarta, sejarah menunjukkan bahwa band-band era 80-an kerap memasukkan Asia Tenggara dalam tur dunia mereka. Apalagi, antusiasme penonton Indonesia terhadap musik rock klasik masih sangat tinggi, terbukti dari suksesnya konser band-band sejenis dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum tur dimulai, Simple Minds akan menjadi bintang utama pada malam Minggu di festival BBC Radio 2's In The Park di Stirling, Skotlandia, pada 13 September 2025. Ini akan menjadi pemanasan yang sempurna sebelum mereka menyapa penggemar di berbagai benua.
Dengan album baru yang sarat refleksi dan tur yang ambisius, Simple Minds seolah ingin membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya. Pertanyaannya, akankah Kerr dan Burchill mampu mempertahankan relevansi mereka di tengah gempuran musik digital yang serba cepat? Atau justru album ini akan menjadi mahakarya perpisahan yang tak terlupakan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: perjalanan hampir lima dekade mereka masih menyimpan banyak cerita yang layak disimak.



