Pix Menuju Eropa: Bank Sentral Brasil dan ECB Jajaki Koneksi Lintas Batas
Baca dalam 60 detik
- Bank sentral Brasil dan ECB tengah mengkaji kemungkinan menghubungkan sistem pembayaran instan Pix dengan platform TIPS Eropa.
- Langkah ini berpotensi menjadi ekspansi internasional pertama Pix, yang selama ini mendominasi pasar pembayaran Brasil dan mengancam dominasi kartu kredit global.
- Jika terealisasi, koneksi ini dapat memperkuat posisi Brasil dalam upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS, sekaligus menjadi preseden bagi kerja sama pembayaran antarnegara.

Bank Sentral Brasil dan Bank Sentral Eropa (ECB) dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan untuk menghubungkan sistem pembayaran instan mereka. Langkah ini berpotensi menjadi ekspansi lintas batas pertama bagi Pix, platform pembayaran yang telah merevolusi lanskap keuangan Brasil sejak diluncurkan pada akhir 2020.
Menurut dua sumber yang mengetahui langsung masalah ini, diskusi teknis antara kedua bank sentral telah berlangsung untuk menilai kelayakan interkoneksi antara Pix dan TARGET Instant Payment Settlement (TIPS) milik ECB. Salah satu sumber menyebutkan, jika inisiatif ini berjalan sesuai rencana, proyek percontohan bisa diluncurkan pada 2028. ECB sendiri telah mengonfirmasi adanya penyelidikan pendahuluan terkait potensi interkoneksi ini, dan sejak Juni lalu telah mengidentifikasi Pix sebagai "koridor mata uang yang sedang dieksplorasi" untuk TIPS.
Pix, yang dikembangkan oleh Bank Sentral Brasil, telah menjadi tulang punggung pembayaran di negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut. Sistem ini memungkinkan transfer real-time melalui aplikasi perbankan, dengan biaya nol untuk transaksi antar-individu dan biaya yang jauh lebih rendah bagi pedagang dibandingkan dengan rantai pembayaran kartu tradisional. Sejak diluncurkan, Pix berhasil membawa puluhan juta orang ke dalam sistem keuangan formal, sekaligus menggerus pangsa pasar kartu debit dan kredit, yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama bagi jaringan kartu global seperti Mastercard dan Visa.
Keberhasilan Pix tidak hanya mengubah lanskap pembayaran domestik, tetapi juga menjadi titik sensitif dalam hubungan Brasil dengan Amerika Serikat. Pemerintahan Trump sebelumnya telah menyebut Pix sebagai salah satu "praktik tidak adil" yang menjadi dasar pengenaan tarif 25 persen pada barang-barang Brasil pada Juli lalu. Kekhawatiran Washington semakin meningkat seiring dengan wacana di negara-negara emerging market untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi internasional.
Langkah Brasil untuk menjajaki koneksi dengan ECB merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menginternasionalkan Pix. Bulan lalu, Bank Sentral Brasil mengumumkan sedang mengkaji keterkaitan antara Pix dengan sistem pembayaran serupa di luar negeri. Hingga saat ini, Brasil telah menandatangani perjanjian berbagi informasi terkait Pix dengan 65 mitra asing, menunjukkan komitmen yang kuat untuk memperluas jangkauan platform ini.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menawarkan pelajaran berharga. Sistem pembayaran instan seperti BI-FAST yang dikelola Bank Indonesia telah berhasil meningkatkan efisiensi transaksi domestik. Namun, potensi interkoneksi lintas batas seperti yang dijajaki Brasil dan ECB dapat menjadi model bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan sistem pembayarannya di kawasan ASEAN, sekaligus memperkuat posisi regional dalam menghadapi dominasi dolar AS.
Kendati demikian, jalan menuju koneksi penuh masih panjang. Masih ada banyak tantangan teknis, regulasi, dan politik yang harus diatasi. ECB dan Bank Sentral Brasil perlu menyelaraskan standar keamanan, perlindungan data, dan mekanisme penyelesaian transaksi. Pertanyaan besarnya, apakah kedua raksasa pembayaran ini dapat mengatasi hambatan tersebut dan menciptakan jembatan pembayaran yang benar-benar mulus? Atau akankah kepentingan geopolitik, terutama dari AS, menjadi penghalang yang sulit ditembus?



