Rekor Baru: Enzo Fernandez Jadi Pemain Pertama yang Tembus Dua Kali Transfer di Atas £100 Juta
Baca dalam 60 detik
- Manchester City resmi mengamankan Enzo Fernandez dari Chelsea dengan nilai £125 juta, memecahkan rekor transfer bersama di Inggris.
- Kesepakatan ini menandai pertama kalinya dalam sejarah sepak bola seorang pemain ditransfer dengan nilai di atas £100 juta sebanyak dua kali.
- City menunjukkan ambisi besar di bawah manajer anyar Enzo Maresca, yang ingin membangun tim kuat untuk bersaing di semua kompetisi.

Manchester City akhirnya memenangkan perburuan panjang untuk mendapatkan gelandang Argentina, Enzo Fernandez, dari Chelsea dengan nilai transfer mencapai £125 juta. Angka tersebut tidak hanya memecahkan rekor transfer klub, tetapi juga menempatkan Fernandez sebagai pemain pertama dalam sejarah yang dua kali dijual dengan harga di atas £100 juta.
Kesepakatan yang diumumkan pada hari terakhir bursa transfer musim panas ini mengakhiri saga transfer paling panjang yang sempat menggantung. City harus bernegosiasi alot dengan Chelsea, yang sebelumnya menetapkan tenggat waktu 14 Agustus dengan banderol £120 juta, namun kemudian menaikkan permintaan menjadi £135 juta sebelum akhirnya menerima tawaran £125 juta dari City.
Bagi City, pembelian ini bukan sekadar menambah amunisi lini tengah. Kehadiran Fernandez dianggap sebagai kunci untuk memenuhi kebutuhan taktis manajer Enzo Maresca, yang sebelumnya menukangi Chelsea dan sangat memahami karakter permainan pemain berusia 25 tahun itu. Maresca bahkan sempat mengisyaratkan akan mendatangkan "seorang kapten" dalam konferensi pers sebelum laga akhir pekan lalu.
Keputusan City menggelontorkan dana besar ini juga menjadi sinyal ambisi mereka untuk kembali bersaing di papan atas. Musim lalu, di bawah asuhan Pep Guardiola, City hanya mampu meraih Piala domestik dan gagal di Premier League serta Liga Champions. Dengan tambahan pemain sekaliber Fernandez, tekanan kini berada di pundak Maresca untuk membawa The Citizens meraih gelar yang lebih prestisius.
Di sisi lain, Chelsea sebenarnya enggan melepas pemain yang menjadi andalan mereka sejak didatangkan dari Benfica pada 2023. Namun, keinginan Fernandez untuk pindah sudah tidak bisa dibendung. Sejak Maresca hengkang pada Januari lalu, Fernandez mulai menunjukkan gelagat tidak betah di Stamford Bridge. Ia sempat diincar Real Madrid, tetapi klub asal Spanyol itu menilai banderolnya terlalu mahal.
Kepergian Fernandez menambah panjang daftar pemain yang dijual Chelsea pada bursa transfer ini. Total pemasukan Chelsea dari penjualan pemain telah menembus angka £425 juta, dan diperkirakan bisa mendekati £500 juta jika termasuk biaya pinjaman. Namun, upaya Chelsea untuk mendatangkan pengganti, Lamine Camara dari Monaco, gagal di menit-menit akhir setelah Monaco membatalkan kesepakatan karena negosiasi transfer Folarin Balogun ke Everton.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan transfer ini menjadi cermin betapa dinamisnya bursa transfer Eropa. Nilai-nilai fantastis seperti ini juga berdampak pada pasar sepak bola global, termasuk Asia, di mana klub-klub mulai berani mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan pemain bintang. Fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih berani berinvestasi pada pemain berkualitas, meski dengan skala yang jauh lebih kecil.
Kehadiran Fernandez di City juga diprediksi akan meningkatkan daya saing tim di Liga Champions. Pengalamannya membawa Argentina juara Piala Dunia 2022 dan tampil di final Copa America 2024 menjadi modal berharga. Pertanyaannya, akankah Maresca mampu memaksimalkan potensi Fernandez untuk membawa City meraih gelar yang selama ini didambakan? Atau justru keputusan ini akan menjadi bumerang bagi kedua belah pihak?



