Robinio Vaz Hengkang ke Hull City: Investasi Roma yang Gagal Berbuah
Baca dalam 60 detik
- Roma melepas Robinio Vaz ke Hull City dengan status pinjaman plus opsi pembelian senilai total โฌ32 juta.
- Pemain Prancis berusia 19 tahun itu hanya tampil 313 menit tanpa satu pun starter selama setengah musim di Roma.
- Kepindahan ini menjadi sinyal bahwa strategi perekrutan pemain muda Roma perlu dievaluasi ulang.

AS Roma secara resmi melepas penyerang muda asal Prancis, Robinio Vaz, ke Hull City dengan skema pinjaman hingga akhir musim. Kesepakatan ini mencakup opsi pembelian permanen senilai total โฌ32 juta, hanya tujuh bulan setelah Vaz direkrut dari Olympique Marseille dengan biaya transfer โฌ22 juta.
Keputusan ini menjadi sorotan karena Vaz dianggap sebagai investasi jangka panjang saat didatangkan pada bursa transfer Januari lalu. Namun, di bawah arahan pelatih Gian Piero Gasperini, pemain berusia 19 tahun itu kesulitan menembus tim utama. Sepanjang pengalamannya di Stadio Olimpico, Vaz hanya mencatatkan satu gol dan dua assist dalam 14 penampilan kompetitif, tanpa sekali pun menjadi starter dan total bermain 313 menit.
Angka-angka itu menunjukkan betapa minimnya kepercayaan yang diberikan pelatih kepada Vaz. Padahal, sebelum pindah ke Roma, ia sempat mencuri perhatian di Ligue 1 bersama Marseille dengan torehan empat gol dan dua assist dalam 14 laga. Performa impresif itulah yang meyakinkan manajemen Roma untuk menggelontorkan dana besar, namun realitas di lapangan jauh dari harapan.
Dari sisi finansial, langkah Roma ini terbilang berani. Hull City dilaporkan membayar biaya pinjaman sebesar โฌ2 juta, dengan opsi pembelian di akhir musim senilai โฌ30 juta. Jika opsi itu dieksekusi, total dana yang diterima Roma mencapai โฌ32 jutaโmasih lebih tinggi dari harga beli Vaz sebelumnya. Namun, skema ini juga menyiratkan bahwa Roma tidak lagi yakin dengan potensi Vaz di Serie A.
Bagi Hull City, kedatangan Vaz adalah langkah strategis untuk memperkuat lini serang. Klub yang bermarkas di Championship tersebut tengah berjuang untuk kembali ke Premier League, dan kehadiran pemain muda berbakat seperti Vaz bisa menjadi aset berharga. Namun, risiko tetap ada karena Vaz belum terbukti konsisten di level senior.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan ini menarik untuk dicermati, terutama bagi para pengamat sepak bola dan calon investor muda. Kasus Vaz menjadi contoh nyata bahwa mahalnya harga transfer tidak menjamin kesuksesan instan. Klub-klub Eropa, termasuk Roma, kini semakin berhati-hati dalam merekrut pemain muda, dan sering kali lebih memilih meminjamkan mereka ke klub lain untuk mengasah kemampuan.
โIni adalah keputusan yang logis bagi semua pihak. Vaz butuh menit bermain, dan Hull City menawarkan kesempatan itu,โ ujar seorang analis sepak bola Italia yang enggan disebut namanya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Vaz mampu memanfaatkan peluang di Hull City untuk membuktikan kualitasnya. Jika berhasil, ia bisa kembali ke Roma dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Namun, jika gagal, Roma harus siap menanggung kerugian dari investasi yang sempat dianggap menjanjikan ini.



