Bursa Transfer: Spurs Pinjam Mudryk, Reuni dengan De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham resmi meminjam Mykhailo Mudryk dari Chelsea hingga akhir musim, dengan opsi pembelian permanen senilai ยฃ75 juta.
- Kepindahan ini mempertemukan kembali pemain sayap Ukraina itu dengan manajer Roberto De Zerbi, yang pernah melatihnya di Shakhtar Donetsk.
- Mudryk belum tampil dalam laga kompetitif sejak November 2024 setelah menjalani penyelesaian kasus doping, dan kini diharapkan bisa menghidupkan kembali kariernya di Spurs.

Tottenham Hotspur resmi mengamankan jasa pemain sayap Chelsea, Mykhailo Mudryk, dengan skema pinjaman hingga akhir musim. Kesepakatan ini juga mencakup opsi pembelian permanen senilai ยฃ75 juta, menjadikannya salah satu langkah terakhir yang cukup mencolok di hari penutupan bursa transfer musim panas ini.
Kepindahan ini sekaligus menyatukan kembali Mudryk dengan manajer Spurs, Roberto de Zerbi, yang pernah menjadi pelatihnya di Shakhtar Donetsk sebelum sang pemain bergabung dengan Chelsea pada 2023. De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang mampu mengoptimalkan potensi pemain sayap cepat, dan ia pun tak ragu menyambut kedatangan pemain berusia 25 tahun tersebut.
"Saya sudah mengenal kualitas Misha sejak lama. Ia punya kecepatan dan kemampuan luar biasa dalam duel satu lawan satu. Saya akan menuntut banyak darinya, dan tugas kami adalah membantunya menemukan versi terbaik dari dirinya," ujar De Zerbi dalam pernyataan resmi klub. Ia menambahkan bahwa jika semua berjalan sesuai rencana, Mudryk bisa menjadi pemain kunci bagi Spurs.
Mudryk sendiri mengaku antusias dengan tantangan baru ini. "Saya pemain yang membawa kecepatan dan kreativitas. Saya ingin membantu baik dalam menyerang maupun bertahan, dan membuat para penggemar bersemangat," katanya. Ia juga menyebut skuad Spurs saat ini kuat dan ia tak sabar untuk berbagi lapangan dengan rekan-rekan barunya.
Keputusan Spurs untuk mendatangkan Mudryk datang setelah upaya mereka mendapatkan Iliman Ndiaye dan Cody Gakpo gagal. Ndiaye akhirnya bergabung dengan Manchester City dari Everton, sementara Gakpo tetap di Liverpool. Chelsea sendiri sebelumnya dikabarkan menolak tawaran dari Leeds United, sebelum Spurs masuk pada tahap akhir.
Mudryk tercatat telah mencetak 10 gol dan 11 assist dalam 73 penampilan bersama Chelsea di semua kompetisi. Namun, ia belum tampil dalam laga kompetitif sejak November 2024, setelah sebelumnya harus menjalani penyelesaian kasus doping dengan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) pada bulan lalu. Meski demikian, ia sempat tampil dalam tur pramusim Chelsea di Australia dan Asia, termasuk saat melawan Juventus di Hong Kong.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League memanfaatkan momen akhir bursa untuk memperkuat skuad. Tottenham, yang musim lalu tampil kurang konsisten, berharap kehadiran Mudryk bisa menambah daya gedor di lini serang. Namun, ada pertanyaan besar mengenai kesiapan fisik dan mental pemain yang sempat tersandung kasus doping.
Di sisi lain, keputusan Chelsea melepas Mudryk dengan opsi pembelian menunjukkan bahwa klub London Barat tersebut mulai merombak skuadnya di bawah arahan pelatih baru. Chelsea juga dikabarkan akan melepas Tosin Adarabioyo ke Spurs secara permanen di hari yang sama, menandakan adanya perombakan besar-besaran di lini pertahanan mereka.
Dengan sisa waktu bursa yang semakin menipis, Tottenham masih berpeluang menambah amunisi. Namun, fokus utama kini tertuju pada bagaimana De Zerbi akan memanfaatkan kecepatan Mudryk untuk menembus pertahanan lawan-lawan berat di Premier League. Apakah reuni ini akan menjadi kisah sukses atau justru menjadi bumerang? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: laga-laga Spurs musim ini akan semakin menarik untuk disimak.



