Ariana Grande Pamit dari Panggung: Tur Penutup di London Jadi Momen Perpisahan yang Emosional
Baca dalam 60 detik
- Ariana Grande mengakhiri The Eternal Sunshine Tour dengan konser terakhir di London, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada penggemar.
- Setelah 41 pertunjukan di Amerika Utara dan Inggris, penyanyi 33 tahun ini memutuskan rehat dari sorotan publik demi kesehatan dan kebahagiaan.
- Penggemar di Indonesia yang mengikuti perjalanan kariernya mungkin harus menunggu lama untuk melihat aksi panggungnya lagi, kecuali ada kejutan di ajang penghargaan musik.

Ariana Grande resmi menutup rangkaian tur konser The Eternal Sunshine Tour dengan penampilan terakhirnya di O2 Arena, London, pada Selasa (1/9). Di momen pamit tersebut, pelantun "We Can't Be Friends" ini tak kuasa menahan haru saat menyampaikan kata perpisahan kepada para penggemarnya. "Aku akan selalu mengenang pengalaman ini. Kalian adalah penggemar terbaik di dunia," ucapnya di atas panggung, berusaha menahan tangis.
Konser penutup ini menjadi penanda berakhirnya tur yang telah berlangsung selama 41 pertunjukan, mencakup Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Sebelumnya, Grande telah mengumumkan pada Agustus lalu bahwa ia akan mengambil jeda dari sorotan publik setelah tur usai. Keputusan ini diambil setelah ia merasa perlu menjauh dari tekanan dan pengawasan yang terus-menerus menyertainya.
Perwakilan Grande kepada majalah People mengungkapkan bahwa penyanyi berusia 33 tahun ini berencana "mundur dari visibilitas publik" setelah tur. "Ia berharap dapat menyelesaikan tur dengan catatan positif, sehat, dan bahagia, lalu mengambil istirahat yang layak dari pekerjaan dan penampilan di depan publik, yang telah menyebabkan pengawasan publik yang tiada henti," demikian pernyataan resmi yang dirilis.
Di atas panggung, Grande mengaku emosional karena tur yang dijalaninya selama berbulan-bulan akhirnya harus berakhir. Ia bahkan berusaha berbicara "tanpa menangis sepenuhnya". Dalam pidato perpisahannya, ia menyebut tur ini sebagai salah satu pengalaman "paling indah dan luar biasa" dalam hidupnya. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada penggemar yang setia mendukungnya sepanjang karier.
Menariknya, di konser pamitannya, Grande sempat mengalami insiden kecil. Melalui unggahan media sosial pada Senin (31/8), ia mengabarkan bahwa dirinya harus melepas sepatu bot platform setinggi enam inci yang menjadi ciri khasnya karena kakinya terluka. Meski demikian, ia meyakinkan penggemar bahwa kondisinya membaik, meski ia tampil lebih pendek dari biasanya di atas panggung.
Meski Grande tidak mengenakan sepatu hak tinggi, para penggemar justru datang dengan gaya khasnya: stiletto, telinga kucing, dan ekor kuda. Hal ini tidak luput dari perhatian sang bintang. "Terima kasih atas semua usaha kalian dan terus membuat ini begitu istimewa. Aku mencintai setiap momen bersama kalian," ujarnya.
Penampilan penutup ini juga menampilkan visual teatrikal ala fiksi ilmiah, di mana Grande disedot ke dalam pesawat luar angkasa dan naik ke induk kapal dalam sorotan cahaya. Adegan ini seolah menjadi simbol perpisahannya dari dunia hiburan untuk sementara waktu.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menjadi duka tersendiri. Meski Grande belum pernah menggelar konser di Tanah Air, basis penggemarnya cukup besar. Keputusan untuk rehat ini berarti mereka harus bersabar menunggu aksi panggungnya kembali, yang entah kapan akan terjadi. Namun, para penggemar masih bisa menantikan penampilannya di ajang MTV Video Music Awards September ini, di mana album Petal bersaing untuk kategori Artist of the Year.
Pertanyaan besarnya kini: apakah jeda ini akan menjadi akhir dari karier bermusiknya, atau hanya sekadar istirahat panjang sebelum kembali dengan karya baru? Mengingat pernyataan resmi yang menekankan pentingnya kesehatan dan kebahagiaan, publik mungkin harus menunggu lebih lama untuk melihat aksi panggung Ariana Grande berikutnya.



