KFA Tunjuk Robert Moreno sebagai Pelatih Interim Timnas Korea Selatan, Target Perbaikan di Asian Cup 2027
Baca dalam 60 detik
- Robert Moreno, eks arsitek Spanyol, resmi memegang kendali timnas Korea Selatan hingga November dengan enam laga uji coba.
- Penunjukan ini menandai pertama kalinya KFA memilih pelatih melalui proses rekrutmen terbuka, menyusul kegagalan Hong Myung-bo di Piala Dunia 2026.
- Kinerja Moreno dalam laga uji coba akan menentukan apakah ia diperpanjang untuk memimpin di Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) resmi menunjuk Robert Moreno, pelatih asal Spanyol yang pernah menukangi timnas Spanyol, sebagai manajer interim untuk memimpin Taegeuk Warriors hingga November tahun ini. Keputusan ini diumumkan langsung oleh KFA pada Selasa (1/9) setelah melalui proses seleksi yang panjang dan penuh pertimbangan, dengan harapan dapat membangkitkan kembali performa tim yang tengah terpuruk pasca kegagalan di Piala Dunia 2026.
Moreno, yang kini berusia 48 tahun, akan bertanggung jawab atas enam pertandingan timnas Korea Selatan ke depan. Ia menggantikan Hong Myung-bo yang mengundurkan diri pada Juni lalu setelah timnas gagal melaju dari fase grup Piala Dunia. Kepergian Hong sendiri meninggalkan luka mendalam bagi publik sepak bola Korea, terutama karena penunjukannya yang kontroversial saat ituโKFA dianggap terburu-buru mengambil keputusan tanpa melalui proses seleksi yang matang, setelah sebelumnya sempat memburu sejumlah kandidat asing.
Penunjukan Moreno kali ini menjadi angin segar karena KFA mengklaim ini adalah pertama kalinya mereka memilih pelatih timnas melalui proses rekrutmen terbuka. Keputusan ini diambil dalam rapat dewan KFA di Cheonan, dengan kontrak awal Moreno berlaku hingga 27 November. Namun, yang lebih menarik, KFA membuka peluang bagi Moreno untuk bertahan lebih lama, bahkan hingga Piala Asia 2027 di Arab Saudi yang akan bergulir pada Januari mendatang, tentu saja dengan syarat performa timnya memuaskan selama masa transisi ini.
Ketua Komite Peningkatan Performa KFA, Hyun Young-min, dalam pernyataannya mengungkapkan keyakinannya terhadap kapasitas Moreno. "Pelatih Moreno sudah memiliki pemahaman mendalam tentang sepak bola Korea dan menunjukkan antusiasme yang tinggi, dengan menawarkan berbagai alternatif taktik," ujarnya. Ia menambahkan, "Setelah melalui proses yang sulit, saya berharap skuad asuhan Moreno dapat berperan dalam mengubah atmosfer timnas dan meningkatkan performa." Pernyataan ini menegaskan bahwa KFA tidak hanya mencari pelatih sementara, tetapi sosok yang mampu membawa perubahan fundamental.
Jadwal padat sudah menanti Moreno. Pada September, Korea Selatan akan menghadapi Ekuador dan Uruguay, kemudian menjamu Venezuela dan Uzbekistan pada Oktober. KFA juga berencana menambah dua pertandingan uji coba lagi pada jeda internasional November. Ini menjadi ujian awal bagi Moreno untuk membuktikan kemampuannya meramu strategi dan membangun kembali kepercayaan diri para pemain. Pengalaman Moreno sebagai asisten Luis Enrique di Spanyol dan kemudian menukangi timnas Spanyol pada 2019 saat Enrique cuti, menjadi modal berharga. Ia juga pernah melatih AS Monaco, Granada, dan FC Sochi, yang memberinya perspektif luas tentang sepak bola Eropa dan Asia.
Bagi Indonesia, dinamika kepelatihan di Korea Selatan ini menarik untuk dicermati. Korea Selatan adalah salah satu raksasa Asia yang kerap menjadi barometer kekuatan sepak bola regional. Perubahan di kursi pelatih mereka bisa berdampak pada persaingan di level Asia, termasuk saat menghadapi tim-tim seperti Indonesia di ajang kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia. Jika Moreno mampu mengembalikan kejayaan Korea Selatan, maka ancaman bagi tim-tim Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan semakin nyata. Sebaliknya, jika transisi ini berantakan, ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh tim-tim lain untuk memperbaiki posisi mereka di pentas Asia.
Langkah KFA membuka proses rekrutmen terbuka juga menjadi pelajaran berharga bagi federasi sepak bola di kawasan, termasuk PSSI. Transparansi dalam memilih pelatih sering kali menjadi sorotan, dan keputusan KFA menunjukkan bahwa akuntabilitas bisa menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik. Namun, publik juga menanti apakah keputusan ini akan benar-benar membawa perubahan atau hanya sekadar perbaikan jangka pendek.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Robert Moreno mampu membawa angin segar bagi Korea Selatan, atau justru akan menjadi bagian dari siklus kegagalan yang sama? Dengan enam laga uji coba yang padat, semua mata akan tertuju pada bagaimana ia meramu tim dan menghadapi tekanan tinggi dari publik yang haus akan prestasi. Jika ia berhasil, bukan tidak mungkin ia akan dipermanenkan dan menjadi arsitek kebangkitan Korea Selatan di Piala Asia 2027.


