Gasperini Buka Suara: Malen Mesin Gol Baru Roma, Koné Tak Akan Dilepas ke Chelsea
Baca dalam 60 detik
- Donyell Malen mencetak 19 gol dalam 20 laga Serie A sejak bergabung dengan Roma, mencatatkan start terbaiknya di liga top Eropa.
- Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menepis kabar hengkangnya Manu Koné ke Chelsea dan menegaskan tidak ada tawaran resmi untuk pemain asal Prancis itu.
- Roma memulai musim dengan sempurna, dua kemenangan telak 4-0, dan Gasperini menolak bicara Scudetto meski timnya tampil meyakinkan.

Roma tampil menakutkan di awal musim Serie A. Dua laga, dua kemenangan telak 4-0, dan Donyell Malen menjadi pusat perhatian dengan total lima gol. Pelatih Gian Piero Gasperini tak ragu menyebut penyerang asal Belanda itu sebagai pembeda, sekaligus menepis isu hengkangnya gelandang andalan, Manu Koné, yang dikaitkan dengan Chelsea.
Malen, yang direkrut dari Aston Villa pada Januari lalu, telah mengemas 19 gol dalam 20 penampilan liga. Angka itu menjadi bukti nyata bahwa keputusan memindahkannya ke posisi penyerang tengah adalah langkah yang tepat. "Kemampuannya mengontrol bola, berputar, dan berakselerasi dalam sekejap adalah karakteristik luar biasa untuk seorang striker," ujar Gasperini dalam konferensi pers usai laga melawan Lecce, Jumat (23/8) dini hari WIB.
Gasperini, yang pernah menukangi Atalanta dan Genoa, membandingkan Malen dengan Diego Milito, striker legendaris yang pernah ia latih. Namun, ia menekankan bahwa Malen memiliki gaya yang sedikit berbeda. "Saya beruntung pernah bekerja dengan striker hebat, tapi Malen punya keunikan tersendiri. Ini adalah perjudian yang membuahkan hasil," tambahnya.
Di sisi lain, rumor ketertarikan Chelsea terhadap Koné ditepis tegas oleh Gasperini. "Sama sekali tidak. Itu isu media. Saya tidak tahu apa-apa, dan pemilik klub juga tidak ingin menjualnya. Belum ada tawaran resmi," katanya. Koné, yang menjadi starter dalam laga tersebut, dianggap sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang Roma.
Meski start impresif, Gasperini memilih rendah hati. Ia enggan berbicara tentang peluang Scudetto, mengingat baru dua pekan kompetisi berjalan. "Kami harus fokus pada proses. Tim lain seperti Inter, Napoli, Milan, dan Juventus juga sedang memperkuat diri. Kami perlu melengkapi skuad, terutama karena kami akan bermain di Liga Champions," ujarnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa Roma di bawah Gasperini menarik untuk disimak. Gaya bermain menyerang yang diusung pelatih asal Italia itu sering menjadi referensi bagi klub-klub Asia, termasuk di Liga 1. Selain itu, ketegasan Roma dalam menahan pemain kunci seperti Koné bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap kehilangan pemain bintangnya di tengah musim.
Gasperini juga menyoroti jadwal transfer yang masih berlangsung saat kompetisi dimulai. Ia menyebut situasi ini sebagai "kegilaan" dan berharap Roma segera menambah amunisi, terutama di posisi sayap. Nama Jamie Leweling (Stuttgart) dan Luiz Henrique (Zenit) disebut-sebut masuk radar.
Dengan modal dua kemenangan telak, Roma menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan musim ini. Pertanyaannya, apakah Malen mampu mempertahankan ketajamannya dan membawa Roma bersaing di papan atas? Atau justru performa apik ini hanya awal dari musim yang penuh kejutan?



