Milan Resmi Lepas Gimenez ke Porto: Nilai Transfer Turun Drastis, Ini Skema Pembeliannya
Baca dalam 60 detik
- AC Milan secara resmi meminjamkan Santiago Gimenez ke FC Porto dengan opsi pembelian senilai โฌ18 juta, plus bonus โฌ2 juta.
- Kesepakatan ini menelan biaya lebih rendah dibanding harga beli Milan dari Feyenoord pada Januari 2025 yang mencapai โฌ30 juta.
- Opsi pembelian berubah menjadi kewajiban jika Gimenez memenuhi syarat jumlah penampilan tertentu musim ini.

AC Milan akhirnya resmi melepas Santiago Gimenez ke FC Porto dengan skema pinjaman hingga akhir musim, disertai opsi pembelian yang bisa berubah menjadi kewajiban. Nilai total transfer diperkirakan menembus angka โฌ20 juta, jauh lebih murah ketimbang biaya yang dikeluarkan Milan saat memboyongnya dari Feyenoord setahun lalu.
Kesepakatan ini mengakhiri negosiasi yang berlarut-larut selama beberapa pekan. Pelatih Porto, Francesco Farioli, disebut menjadi motor utama di balik keinginan klub memboyong penyerang asal Meksiko itu ke Estadio do Dragao. Porto akhirnya memenangkan perlombaan setelah menambahkan sejumlah klausul yang membuat opsi pembelian berpotensi menjadi kewajiban, salah satunya terkait jumlah penampilan Gimenez di sisa musim.
Jika semua syarat terpenuhi, total dana yang harus dibayarkan Porto mencapai sekitar โฌ20 juta, dengan rincian โฌ18 juta sebagai biaya tetap dan โฌ2 juta sebagai bonus tambahan. Angka ini kontras dengan investasi awal Milan yang dilaporkan menembus lebih dari โฌ30 juta untuk mengamankan tanda tangan Gimenez dari Feyenoord pada Januari 2025. Penurunan nilai ini mencerminkan performa sang pemain yang tidak konsisten di San Siro.
Karier Gimenez di Milan memang berjalan naik-turun. Setelah awal yang menjanjikan, ia kesulitan menemukan konsistensi, dihantam cedera, dan harus menjalani operasi pergelangan kaki pada Desember 2025. Akibatnya, ia hanya mampu menyumbangkan tujuh gol dan enam assist dari 37 penampilan di semua kompetisi. Porto berharap perubahan lingkungan dapat memulihkan performa terbaiknya, sebagaimana ia pernah tajam bersama Feyenoord.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan ini menarik dicermati karena Gimenez adalah salah satu striker Amerika Latin yang kerap menjadi sorotan di Eropa. Meski bukan pemain yang terkait langsung dengan Indonesia, pergerakan transfer seperti ini memengaruhi dinamika pasar pemain, termasuk bagi klub-klub Asia Tenggara yang kerap memantau pemain berlabel Eropa. Selain itu, nilai transfer yang turun drastis menjadi pelajaran bahwa investasi besar tidak selalu berbanding lurus dengan produktivitas di lapangan.
"Porto mendapatkan pemain dengan potensi besar dengan harga yang lebih rasional. Jika Gimenez kembali ke performa terbaiknya, ini bisa menjadi salah satu transfer paling cerdas musim ini," ujar analis sepak bola Eropa yang memantau perkembangan Serie A dan Primeira Liga.
Keputusan Milan melepas Gimenez juga menandakan langkah perampingan skuad dan perombakan lini depan. Dengan kepergiannya, Milan memiliki ruang fiskal untuk merekrut penyerang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktis pelatih. Sementara itu, Porto memasang target ambisius: memulihkan ketajaman Gimenez dan menjadikannya mesin gol di Liga Portugal dan kompetisi Eropa.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Gimenez mampu membuktikan bahwa penurunan performanya di Milan hanyalah kebetulan? Atau justru Porto yang akan menanggung beban finansial jika opsi pembelian berubah menjadi kewajiban? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa bulan ke depan, seiring berjalannya kompetisi.



