Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina: Akhir Era yang Menyisakan Duka dan Pertanyaan
Baca dalam 60 detik
- Megabintang sepak bola Lionel Messi resmi mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina, menandai berakhirnya karier internasional yang gemilang.
- Keputusan ini dipicu oleh wafatnya sang ayah, yang memperkuat tekad Messi untuk mundur setelah mempersembahkan gelar juara dunia 2022.
- Publik Argentina dan penggemar global kini berspekulasi tentang masa depan timnas tanpa sosok ikonik nomor 10 tersebut.

Lionel Messi, kapten Timnas Argentina yang membawa negaranya meraih gelar juara dunia 2022, resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada Senin (31/8) melalui unggahan Instagram. Keputusan yang ia sebut sebagai "keputusan yang menyakiti jiwa" ini langsung memicu gelombang reaksi emosional dari publik Argentina, yang selama bertahun-tahun mengidolakannya sebagai pahlawan sepak bola.
Kabar ini memang telah lama dinantikan, namun tetap terasa mengejutkan. Messi, yang kini berusia 39 tahun, telah menjadi simbol ketangguhan dan dedikasi bagi Argentina. Ia memimpin timnya menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, mengakhiri penantian panjang 36 tahun, dan kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026. Namun, di balik gemerlap prestasi, ada duka mendalam yang menyertainya: wafatnya sang ayah, Jorge Messi, pada Agustus lalu setelah sakit berkepanjangan. Kepergian sang ayah disebut menjadi faktor kunci yang memperkuat keputusannya untuk mundur.
Reaksi masyarakat Argentina pun beragam, mulai dari rasa syukur hingga kesedihan yang mendalam. Francisca Mieth, mahasiswi berusia 18 tahun di Buenos Aires, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kebahagiaan yang telah diberikan Messi kepada negaranya. Sementara itu, Jose Aramburu, seorang penjaga anjing berusia 36 tahun, menilai warisan terbesar Messi adalah kegigihannya dalam mengejar mimpi tanpa memedulikan kritik. "Hal terpenting yang Messi berikan kepada kami adalah fakta bahwa ia bersikeras, bertahan, dan mengejar mimpi, tujuan, tanpa peduli apa kata orang," ujarnya.
Selama Piala Dunia 2022, sosok Messi nyaris tak terhindarkan di Argentina. Wajahnya menghiasi papan reklame di pusat kota Buenos Aires, dan sebuah patung raksasa setinggi 85 kaki menjulang di kota Patagonia. Warga setempat bahkan menonton pertandingan Argentina melawan Inggris di layar raksasa yang dipasang di samping patung tersebut. Saat Messi memecahkan rekor demi rekor, publik Argentina merayakan ulang tahunnya yang ke-39 pada Juni dengan bernyanyi "Happy Birthday" di jalan-jalan.
Kepergian Messi meninggalkan kekosongan yang sulit diisi. Seorang psikolog yang diwawancarai televisi lokal TN mengingatkan agar tidak ada pemain yang dibebani beban sebagai penggantinya. "Tidak seorang pun harus dibebani dengan beban menjadi penggantinya," katanya. Media Argentina, seperti La Nacion, langsung memberitakan dengan judul "Akhir dari Sebuah Era". Mantan rekan setimnya, Angel Di Maria, yang pensiun dari timnas pada 2024, juga menyampaikan penghormatan melalui media sosial, menulis, "Kami akan berterima kasih kepadamu seumur hidup kami karena telah menjadi orang Argentina."
Bagi Indonesia, kepergian Messi dari pentas internasional juga memiliki resonansi tersendiri. Sepak bola Argentina selalu menjadi salah satu tim favorit masyarakat Indonesia, dan Messi adalah ikon global yang menginspirasi banyak pemain muda. Kehadirannya di Piala Dunia selalu dinanti, dan kini tanpa dirinya, persaingan di level internasional diprediksi akan semakin terbuka. Tim-tim seperti Brasil, Prancis, dan Inggris mungkin akan lebih percaya diri, sementara Argentina harus mencari identitas baru tanpa sang kapten.
Messi sendiri belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai rencana masa depannya. Namun, keputusan ini menegaskan bahwa era emas sepak bola Argentina yang dipimpinnya telah usai. Pertanyaan besarnya kini: mampukah generasi penerus Argentina, seperti Julian Alvarez atau Lautaro Martinez, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Messi? Atau akankah Argentina harus menunggu lama untuk menemukan pemain sekaliber dirinya? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: nama Lionel Messi akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.



