Kontrak Rodri di Manchester City Memasuki Tahun Terakhir: Real Madrid dan Barcelona Saling Berebut
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Manchester City, Rodri, tengah berada di persimpangan karier: perpanjang kontrak, hengkang gratis musim depan, atau pulang ke Spanyol.
- Barcelona dikabarkan ikut dalam perburuan, meski pihak klub membantah; Real Madrid telah lama meminatinya.
- Keputusan Rodri akan berdampak besar pada lini tengah City yang baru saja kehilangan Bernardo Silva.

Gelandang Manchester City, Rodri, menghadapi musim panas yang penuh ketidakpastian. Kontraknya di Etihad Stadium memasuki tahun terakhir, dan dua raksasa La Liga, Real Madrid serta Barcelona, dikabarkan siap menampungnya. Situasi ini memaksa City untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk: kehilangan pemain kunci yang baru saja mengantarkan Spanyol juara dunia.
Rodri, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2025 setelah memimpin La Roja meraih gelar kedua mereka, belum menandatangani perpanjangan kontrak. Cedera lutut serius yang dideritanya pada musim 2024-25 membuatnya absen lama, namun performa impresif di turnamen musim panas lalu menunjukkan bahwa ia masih berada di puncak permainan. Kini, setelah menjalani operasi punggung, ia harus memutuskan masa depannya.
Menurut laporan BBC Sport, Real Madrid telah lama mengincar pemain berusia 29 tahun itu. Namun, pada Kamis lalu, dua sumber terpisah menyebut Barcelona ikut serta dalam perburuan. Menariknya, pihak Barcelona justru membantah kabar tersebut saat dimintai konfirmasi. Ketidakjelasan ini menambah spekulasi di tengah bursa transfer yang sedang berjalan.
Bagi Manchester City, kehilangan Rodri akan menjadi pukulan telak. Sejak bergabung pada 2019, ia telah memenangkan empat gelar Premier League, satu Liga Champions, dan dua Piala FA. Ia bukan sekadar pemain, melainkan otak permainan di lini tengah. Kepergian Bernardo Silva ke Real Madrid pada musim panas ini semakin mempersempit opsi City. Nama-nama seperti Mateo Kovacic, Nico Gonzalez, dan Tijjani Reijnders disebut-sebut sebagai pengganti, namun ketiganya belum menunjukkan konsistensi seperti Rodri.
Di sisi lain, peluang Rodri untuk kembali ke Spanyol sangat menggiurkan. Jika bergabung dengan Barcelona, ia akan bersatu dengan rekan setimnya di timnas, seperti Ferran Torres, Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Pedri. Namun, jika memilih Real Madrid, ia akan bertemu kembali dengan Bernardo Silva dan bermain di bawah asuhan Jose Mourinho yang baru kembali melatih. Meski demikian, Rodri harus siap menghadapi sambutan yang tidak sepenuhnya hangat, mengingat ia pernah membela Atletico Madrid dan pernah berkomentar bahwa "tidak mungkin menolak klub terbaik dunia" soal Real Madrid.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan dinamika kekuatan di Eropa. Ketertarikan klub-klub besar pada pemain sekaliber Rodri menegaskan bahwa pasar transfer global semakin kompetitif. Keputusan Rodri tidak hanya akan memengaruhi nasib City di Premier League dan Liga Champions, tetapi juga keseimbangan kekuatan di La Liga, yang berimbas pada persaingan klub-klub Eropa lainnya.
Manchester City sendiri menegaskan bahwa mereka mengandalkan Rodri untuk musim depan. Namun, mereka juga sadar bahwa jika ada tawaran besar, mereka mungkin harus mempertimbangkannya. Sementara itu, Rodri masih dalam masa pemulihan dan belum bergabung dengan skuad dalam tur pramusim di Timur Jauh. Ia akan melewatkan Community Shield melawan Arsenal akhir pekan ini. Pertanyaannya, akankah ia kembali ke Manchester dengan keputusan final di tangan?
Dengan bursa transfer yang masih terbuka hingga akhir Agustus, semua pihak menunggu langkah selanjutnya. Apakah Rodri akan bertahan dan menandatangani kontrak baru, atau memilih petualangan baru di Spanyol? Keputusan ini tidak hanya akan menentukan masa depannya, tetapi juga arah kebijakan transfer City dalam beberapa tahun ke depan. Satu hal yang pasti: lini tengah City tidak akan sama tanpa dirinya.



