Saga Transfer Cristian Romero Memanas: Barcelona Ikut dalam Perburuan, Atletico Masih Terdepan
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan Inter Milan dengan Tottenham gagal total karena klub Serie A itu tak mampu menjual Benjamin Pavard untuk mendanai transfer sang bek.
- Atletico Madrid kini memimpin perburuan dengan tawaran baru yang disiapkan, sementara agen Romero diam-diam memberi kabar ke Barcelona.
- Tottenham telah menyiapkan pengganti potensial dengan merekrut Jan Paul van Hecke dan Marcos Senesi, mengindikasikan kepergian Romero tinggal menunggu waktu.

Bursa transfer musim panas kembali diwarnai drama berkepanjangan. Masa depan Cristian Romero di Tottenham Hotspur semakin tidak menentu setelah rencana kepindahannya ke Inter Milan runtuh di menit akhir. Kini, Atletico Madrid muncul sebagai kandidat terkuat, namun kehadiran Barcelona di belakang layar menambah rumit teka-teki masa depan bek andalan Timnas Argentina tersebut.
Kesepakatan antara Inter dan Tottenham sebenarnya sudah mencapai kata sepakat di level klub, dengan nilai transfer mencapai 40 juta euro atau sekitar Rp700 miliar. Namun, Inter gagal mendapatkan lampu hijau dari manajemen mereka karena tidak berhasil melepas Benjamin Pavard untuk mendanai pembelian tersebut. Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa kesepakatan itu batal total, dan Atletico kini berada di posisi terdepan.
Atletico Madrid, yang dilatih Diego Simeone, telah memulai negosiasi resmi dengan Tottenham. Tawaran perdana mereka yang diperkirakan mencapai 26-30 juta poundsterling ditolak, namun mereka dipastikan akan mengajukan tawaran baru. Posisi Atletico semakin kuat berkat klausul khusus dalam kontrak Romero yang ditandatangani Agustus lalu. Klausul tersebut memberikan hak istimewa kepada Atletico, Real Madrid, dan Barcelona untuk merekrutnya, mencerminkan keinginan Romero untuk kembali ke Spanyol.
Sementara Atletico bergerak konkret, agen Romero justru diam-diam menjalin komunikasi dengan Barcelona. Mereka melaporkan setiap perkembangan kepada manajemen Blaugrana, berharap raksasa Catalan itu tergerak untuk ikut serta dalam perburuan. Barcelona sendiri tengah membutuhkan bek tengah setelah melepas Ronald Araujo ke Liverpool dengan status pinjaman. Profil Romero sebagai bek agresif, berpengalaman, dan berstatus juara dunia, dinilai cocok dengan kebutuhan Hansi Flick.
Namun, menurut jurnalis Italia Gianluigi Longari, Barcelona saat ini masih menjadikan Rodri sebagai prioritas utama. Romero berada di urutan bawah daftar belanja mereka, meski dialog terus berlangsung. Belum ada langkah konkret dari Camp Nou yang mengindikasikan mereka siap memanaskan persaingan di sisa bursa transfer.
Selain Barcelona, Arsenal juga disebut-sebut memantau situasi Romero. The Gunners mencari pelapis William Saliba dan mengagumi kualitas kepemimpinan serta pengalaman Romero di Premier League. Namun, kepindahan lintas kota London Utara ini dianggap sebagai skenario paling tidak mungkin mengingat rivalitas sengit antara kedua klub. Meski begitu, agen Romero dikabarkan tetap menjalin komunikasi informal dengan Arsenal untuk menjaga semua opsi tetap terbuka.
Tottenham sendiri telah bersiap menghadapi kepergian kapten mereka. Mereka telah mendatangkan Jan Paul van Hecke dari Brighton dan Marcos Senesi secara gratis dari Bournemouth. Selain itu, Micky van de Ven diharapkan menandatangani kontrak jangka panjang baru untuk memperkuat lini pertahanan Spurs setelah Romero hengkang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana dinamika bursa transfer Eropa bisa berubah drastis dalam hitungan hari. Keputusan Inter yang gagal mendanai transfer, klausul khusus dalam kontrak pemain, hingga permainan agen di belakang layar, menjadi pelajaran berharga tentang kompleksitas negosiasi di level tertinggi. Pertanyaannya kini, akankah Barcelona benar-benar tergerak untuk menyaingi Atletico, atau justru Arsenal yang muncul sebagai kejutan di menit akhir?



