Inggris Hancurkan Pakistan di Lord's, Amankan Gelar Seri dengan Satu Pertandingan Tersisa
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan telak 194 run di Lord's memastikan Inggris merebut seri 2-0 atas Pakistan, dengan satu laga tersisa di Edgbaston.
- Ollie Robinson tampil gemilang dengan 8-35 dalam pertandingan, menegaskan kebangkitannya setelah absen dua tahun dari tim utama.
- Pakistan kembali menunjukkan kerentanan mereka di kondisi bola bergerak, gagal mencapai 200 dalam empat innings beruntun di seri ini.

Inggris memastikan kemenangan seri melawan Pakistan pada hari keempat Tes kedua di Lord's, Minggu (7/9), dengan kemenangan telak 194 run. Hasil ini mengunci keunggulan 2-0 dalam seri tiga pertandingan, sekaligus menjadi kemenangan seri pertama Inggris sejak 2024. Joe Root, yang kembali memimpin tim, sukses mempersembahkan gelar di dua Tes pertamanya sebagai kapten.
Pakistan, yang ditargetkan mengejar 389 runโrekor tertinggi di Lord'sโhanya mampu mengumpulkan 194. Perlawanan terakhir datang dari Saud Shakeel yang mencetak 97 run, tetapi tak cukup untuk menghindari kekalahan. Inggris menyelesaikan pertandingan dalam empat hari, bahkan kurang dari tiga hari jika memperhitungkan waktu yang hilang akibat cuaca.
Ollie Robinson menjadi bintang dengan 4-24 pada innings kedua, melengkapi total 8-35 dalam pertandingan. Penampilannya yang konsisten sepanjang musim panasโ23 wicket dalam tiga Tes dengan rata-rata 8โmenjadi bukti kebangkitannya setelah absen lebih dari dua tahun. Robinson, yang dikenal dengan akurasi dan kontrol bola yang presisi, menjadi mimpi buruk bagi para batsman Pakistan yang kesulitan menghadapi pergerakan bola.
Kemenangan ini hampir identik dengan Tes pertama di Headingley, di mana Inggris menang dengan selisih besar. Namun, di balik dominasi di lapangan, pertandingan ini juga diwarnai kontroversi di luar lapangan. Sebelum pertandingan, ada isu seputar Brydon Carse, dan pada hari pertama, Dewan Kriket Pakistan (PCB) sempat mengancam akan membatalkan pertandingan dan tur setelah wawancara yang disiarkan Sky dengan putra-putra Imran Khan. Meski demikian, aksi di lapangan tetap berjalan normal.
Bagi Pakistan, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk mereka di kondisi yang mendukung bowler cepat. Dalam seri ini, mereka belum pernah menembus 200, menunjukkan kesenjangan kualitas yang signifikan. Sementara itu, Inggris tampil solid dengan kontribusi dari Jordan Cox dan Dan Lawrence yang kembali mencetak half-century, menegaskan potensi mereka di masa depan. Namun, Emilio Gay, pembuka Inggris, masih perlu membuktikan diri dengan skor yang lebih meyakinkan.
Muhammad Abbas, bowler veteran Pakistan, tetap memberikan perlawanan dengan mengambil 5-57 di innings kedua, tetapi itu tak cukup untuk mengubah arah pertandingan. Shakeel, yang sempat menunjukkan ketahanan dengan berani menghadapi bola-bola cepat, akhirnya jatuh saat mencoba memukul bola keenam untuk mencapai century, tertangkap oleh Harry Brook di batas lapangan.
Dengan kemenangan ini, Inggris diprediksi akan menyapu bersih seri 3-0 di Edgbaston. Namun, yang lebih penting, performa Inggris di bawah kepemimpinan Root dan kebangkitan Robinson memberikan sinyal positif bagi masa depan tim. Pertanyaannya, apakah Pakistan mampu bangkit dan memberikan perlawanan di pertandingan terakhir, atau justru kembali menunjukkan kelemahan mereka?



