Tottenham Kian Dekat Amankan Pinjaman Mudryk dari Chelsea
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur disebut-sebut menjadi kandidat terdepan untuk meminjam Mykhailo Mudryk selama satu musim penuh.
- Kepindahan ini berpotensi menghidupkan kembali karier winger asal Ukraina yang sempat terhenti akibat kasus doping.
- Jika terealisasi, bursa transfer Premier League musim dingin ini akan semakin panas dengan persaingan klub-klub papan atas.

Tottenham Hotspur dikabarkan tengah menjalin negosiasi dengan Chelsea untuk memboyong winger Mykhailo Mudryk dengan status pinjaman hingga akhir musim. Langkah ini muncul setelah pemain berusia 25 tahun itu resmi bebas bertanding pasca penyelesaian kasus doping yang sempat membelitnya.
Mudryk, yang direkrut Chelsea dari Shakhtar Donetsk pada Januari 2023 dengan nilai transfer mencapai 70 juta euro atau sekitar Rp1,2 triliun, belum pernah tampil dalam laga kompetitif sejak November 2024. Ia terkena sanksi sementara setelah hasil tes di luar kompetisi menunjukkan adanya zat terlarang meldonium saat memperkuat timnas Ukraina pada Oktober 2024. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sempat menjatuhkan hukuman larangan bermain selama empat tahun, namun banding yang diajukan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) akhirnya membuahkan hasil positif.
Pada 31 Juli lalu, FA mengumumkan bahwa proses disipliner terkait anti-doping telah selesai. Mudryk dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan, namun hukuman yang dijatuhkan disamakan dengan masa hukuman yang telah ia jalani, sehingga ia langsung bebas bertanding. Pemain yang selama ini bersikukuh tidak sengaja mengonsumsi zat terlarang itu pun menyambut keputusan tersebut dengan rasa syukur, menyebut periode ini sebagai masa tersulit dalam kariernya.
Ketertarikan Tottenham terhadap Mudryk bukan tanpa alasan. Klub asal London Utara itu sebelumnya sempat mencoba mendatangkan Iliman Ndiaye dari Everton dan Cody Gakpo dari Liverpool, namun gagal. Kini, Spurs disebut-sebut menjadi favorit utama untuk mengamankan jasa pemain internasional Ukraina tersebut, mengungguli Leeds United yang juga sempat melakukan pendekatan. Selain Mudryk, Tottenham juga dikabarkan meminati bek Chelsea, Tosin Adarabioyo.
Keputusan Mudryk untuk pindah ke Tottenham disebut-sebut dipengaruhi oleh hubungan personalnya dengan manajer Spurs, Roberto De Zerbi. Keduanya pernah bekerja sama saat di Shakhtar Donetsk, dan ikatan emosional itu diyakini menjadi faktor kunci dalam negosiasi. De Zerbi sendiri dikenal sebagai pelatih yang mampu mengoptimalkan potensi pemain sayap, seperti yang ia tunjukkan selama menangani Brighton & Hove Albion.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan betapa dinamisnya bursa transfer Eropa, terutama di tengah regulasi Financial Fair Play yang semakin ketat. Keputusan Chelsea untuk melepas Mudryk dengan status pinjaman bisa jadi merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban gaji dan memberi ruang bagi pemain lain. Sementara itu, Tottenham yang tengah membangun skuad muda di bawah arahan De Zerbi, berpotensi mendapatkan pemain dengan kualitas Eropa yang sudah terbukti.
Mudryk sendiri pernah menjadi sorotan media Indonesia saat membela Shakhtar Donetsk di Liga Champions, di mana kecepatan dan kemampuan dribblingnya menjadi momok bagi pertahanan lawan. Jika kepindahan ini terwujud, publik sepak bola Indonesia tentu akan antusias menyaksikan aksinya di Premier League, yang memiliki basis penggemar besar di tanah air.
Meski demikian, masih ada beberapa pertanyaan yang menggantung. Apakah Chelsea akan menyetujui kesepakatan pinjaman tanpa opsi pembelian permanen? Bagaimana dampaknya bagi persaingan di lini depan Tottenham yang sudah dihuni oleh pemain seperti Son Heung-min dan Brennan Johnson? Dan yang terpenting, mampukah Mudryk kembali ke performa terbaiknya setelah menjalani masa hukuman yang panjang?



