Sofia Kenin Taklukkan Venus Williams di Laga Tengah Malam Terlama Sejarah US Open
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan putaran pertama US Open antara Sofia Kenin dan Venus Williams menjadi laga dengan start paling larut dalam sejarah turnamen, dimulai pukul 00.13 waktu setempat.
- Venus Williams, yang tampil dengan wildcard di usia 46 tahun, mengaku belum pernah bermain selarut itu dan menyayangkan jadwal yang tidak ideal bagi kedua pemain.
- Kemenangan ini membawa Kenin melaju ke putaran kedua untuk menghadapi unggulan teratas Amerika Serikat, Jessica Pegula.

NEW YORK โ Sofia Kenin memastikan langkahnya ke putaran kedua US Open setelah menaklukkan Venus Williams dalam pertandingan yang berakhir dramatis dengan skor 6-2, 7-6(6). Laga yang berlangsung di Stadion Arthur Ashe itu menjadi sorotan bukan hanya karena kualitas permainan, tetapi juga karena memecahkan rekor sebagai pertandingan dengan start paling larut dalam sejarah tunggal putri turnamen, dimulai pada pukul 00.13 waktu setempat, Senin (31/8) dini hari.
Pertandingan yang sempat tertunda karena laga lima set Novak Djokovic melawan Mariano Navone sebelumnya, membuat Kenin dan Williams harus turun ke lapangan jauh melewati tengah malam. Meski demikian, sejumlah besar penonton tetap bertahan untuk menyaksikan aksi Williams yang tampil sebagai pemain wildcard. Ini merupakan penampilan ke-96 Williams di babak utama Grand Slam sepanjang kariernya, sebuah pencapaian yang langka di usia 46 tahun.
Williams sendiri mengaku pengalaman bermain selarut itu adalah hal baru baginya. โSaya tidak pernah bermain selarut ini sebelumnya. Saya senang melihat banyak orang tetap tinggal untuk menonton. Ini kehormatan bisa bermain di depan mereka,โ ujarnya kepada wartawan. Namun, ia juga menyayangkan jadwal yang tidak lazim tersebut. โSaya tidak tahu olahraga lain yang mengharuskan pemain memulai pertandingan selarut ini. Pasti ada ruang untuk perbaikan,โ tambahnya.
Dari sisi permainan, Kenin tampil agresif sejak awal. Ia langsung mematahkan servis Williams di game pembuka dan tidak pernah tertinggal di set pertama. Kedua pemain sempat kesulitan menemukan ritme, tercatat total sembilan double fault terjadi di set pembuka. Williams sempat menunjukkan perlawanan dengan merebut break di game keempat, tetapi Kenin berhasil menutup set pertama dengan keunggulan 6-2.
Memasuki set kedua, Kenin kembali unggul cepat 3-1. Williams, yang pernah meraih tujuh gelar Grand Slam, mencoba bangkit dengan menunjukkan kilatan permainan terbaiknya. Namun, servis keduanya yang rapuh menjadi kelemahan yang dieksploitasi Kenin. Pada kedudukan 5-5, Kenin menyelamatkan empat break point sebelum akhirnya memaksa tiebreak. Di tiebreak, Williams sempat unggul dan memiliki tujuh set point, tetapi gagal mengonversinya. Kenin yang lebih tenang berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 7-6(6).
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Williams yang berharap bisa melaju lebih jauh. Namun, ia tetap menunjukkan sportivitas. โIni tidak ideal. Saya lebih memilih hasil yang berbeda. Tidak menyenangkan bagi kami berdua, tapi saya rasa kami sudah berusaha maksimal. Tidak mudah bermain di putaran pertama, apalagi pada pukul satu atau dua pagi untuk menemukan ritme dan bermain terbaik,โ tuturnya.
Bagi pecinta tenis Indonesia, pertandingan ini menjadi pengingat betapa ketatnya persaingan di level tertinggi. Meski Williams sudah berusia kepala empat, semangat juangnya tetap menginspirasi banyak pemain muda, termasuk di Indonesia yang tengah mengembangkan bakat-bakat tenisnya. Jadwal larut malam seperti ini juga menjadi bahan diskusi tentang kebijakan turnamen yang kadang merugikan pemain dan penonton di kawasan Asia, termasuk Indonesia, yang harus begadang untuk menyaksikan aksi idolanya.
Ke depan, Kenin dijadwalkan menghadapi Jessica Pegula, petenis nomor satu Amerika Serikat, di putaran kedua. Pertanyaan besarnya adalah apakah Kenin mampu mempertahankan performa impresifnya melawan lawan yang lebih tangguh. Sementara bagi Williams, akankah ini menjadi penampilan terakhirnya di US Open? Pasalnya, usia dan jadwal yang tidak ramah semakin menjadi tantangan tersendiri bagi legenda hidup tenis dunia tersebut.



