Dua Bintang Mundur dari AS Terbuka: Cilic dan Ruud Tersingkir oleh Cedera
Baca dalam 60 detik
- Mantan juara Marin Cilic dan finalis 2022 Casper Ruud resmi batal tampil di AS Terbuka karena cedera, menyusul deretan pemain top lain yang absen.
- Cedera punggung yang tak kunjung pulih memaksa Ruud mundur demi menjaga karier jangka panjang, sementara Cilic tak dijelaskan detail cederanya.
- Absennya dua nama besar ini membuka peluang bagi pemain pengganti (lucky loser) dan mengubah peta persaingan di Flushing Meadows tahun ini.

Gelaran AS Terbuka 2025 baru saja dimulai, namun dua nama besar sudah dipastikan absen. Marin Cilic, juara edisi 2014, dan Casper Ruud, finalis 2022, secara resmi mengundurkan diri karena cedera, Minggu (30/8). Keputusan ini langsung mengubah komposisi undian dan memberi peluang bagi pemain pengganti untuk unjuk gigi di Flushing Meadows.
Cilic, yang mengangkat satu-satunya gelar grand slam di lapangan keras New York 12 tahun lalu, harus menepi tanpa penjelasan resmi mengenai jenis cedera yang dideritanya. Pria 37 tahun asal Kroasia itu menjadi bagian dari daftar panjang pemain yang memilih mundur tahun ini, termasuk Jannik Sinner, Jack Draper, Joao Fonseca, dan Holger Rune. Padahal, kehadiran para pemain top biasanya menjadi daya tarik utama turnamen, dan absennya mereka tentu mengurangi tensi persaingan di babak awal.
Ruud, yang empat tahun lalu menjadi runner-up di bawah Carlos Alcaraz, juga harus mengakhiri harapannya lebih cepat. Pemain Norwegia berusia 27 tahun itu mengalami cedera punggung yang kambuh saat tampil di Cincinnati Open awal bulan ini. Ia terpaksa mundur di set kedua saat berhadapan dengan Christopher O'Connell. Meski sempat optimistis bisa pulih, hasil evaluasi medis menunjukkan pemulihan berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Dalam unggahan di Instagram, Ruud mengungkapkan kekecewaannya. "Sayangnya, punggung saya belum pulih secepat yang kami harapkan. Kami sempat optimistis, tetapi tim saya dan saya memutuskan untuk berpikir jangka panjang dan memberi tubuh saya waktu yang dibutuhkan," tulisnya. Ia menambahkan, "Tidak pernah mudah melewatkan grand slam, tetapi saya tahu ini keputusan yang tepat. Saya akan mengambil waktu untuk pulih sepenuhnya dan kembali lebih kuat."
Keputusan Ruud memang terbilang bijak. Memaksakan diri tampil di turnamen sebesar AS Terbuka dengan kondisi fisik belum prima bisa berisiko memperparah cedera. Apalagi, Ruud masih punya banyak musim di depannya. Ia sempat tampil di nomor ganda campuran pekan lalu bersama Diana Shnaider, namun langkah mereka terhenti di perempat final oleh Rublev dan Mirra Andreeva. Hal itu menunjukkan bahwa ia masih berusaha tetap aktif meski cedera mengintai.
Bagi pecinta tenis Indonesia, absennya dua bintang ini tentu mengurangi daya tarik AS Terbuka. Namun, di sisi lain, ini menjadi kesempatan bagi pemain-pemain muda atau yang berstatus lucky loser untuk mencuri perhatian. Otto Virtanen, misalnya, yang sebelumnya mundur dari kualifikasi karena cedera, kini justru mendapat tiket main draw dan langsung ditantang menghadapi unggulan 23, Andrey Rublev. Sementara Arthur Gea, pemain Prancis, akan berhadapan dengan Juan Manuel Cerundolo.
Dengan banyaknya pemain top yang absen, persaingan di Flushing Meadows tahun ini diprediksi semakin terbuka. Para penggemar tentu bertanya-tanya, akankah ada kejutan seperti yang terjadi di turnamen-turnamen sebelumnya? Atau justru para unggulan lain akan semakin diuntungkan? Yang jelas, keputusan mundur Ruud dan Cilic mengirim sinyal bahwa kesehatan jangka panjang lebih berharga daripada ambisi sesaat di atas lapangan.



