Gol Kilat Calhanoglu Bawa Inter ke Puncak, Cagliari Terbenam di Kandang Sendiri
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan menundukkan Cagliari 1-0 di giornata kedua Serie A, berkat gol cepat Hakan Calhanoglu pada menit kesembilan.
- Kemenangan ini mengantar Nerazzurri memuncaki klasemen sementara dengan enam poin, sementara Cagliari tertahan di peringkat ke-12.
- Penampilan gemilang kiper Cagliari, Elia Caprile, menjadi sorotan meski timnya harus menelan kekalahan tipis.

Inter Milan memastikan diri memuncaki klasemen sementara Serie A setelah menaklukkan tuan rumah Cagliari dengan skor tipis 1-0 di Sardegna Arena, Senin (30/8) malam WIB. Gol tunggal Hakan Calhanoglu pada menit kesembilan sudah cukup untuk mengamankan tiga poin bagi tim asuhan Cristian Chivu, sekaligus menjaga rekor sempurna mereka di awal musim 2026/27.
Kemenangan ini menempatkan Inter di posisi teratas dengan koleksi enam poin dari dua laga, unggul selisih gol atas pesaing terdekat. Sementara itu, Cagliari harus puas tertahan di peringkat ke-12 dengan tiga poin. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif Inter setelah sebelumnya melibas Monza 4-1 pada giornata pembuka.
Jalannya pertandingan didominasi oleh penguasaan bola Inter sejak menit awal. Gol cepat Calhanoglu lahir dari kerja sama apik dengan Nicolo Barella. Menerima umpan terobosan di depan kotak penalti, gelandang asal Turki itu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Cagliari, Elia Caprile. Bola meluncur deras ke pojok kiri gawang, membuat Nerazzurri unggul lebih dulu.
Keunggulan tersebut nyaris berlipat pada menit ke-25 ketika Lautaro Martinez mendapat peluang emas, namun tembakannya masih melebar tipis dari sasaran. Tiga menit kemudian, giliran Federico Dimarco yang mencoba peruntungan lewat tendangan voli, tetapi Caprile tampil sigap dengan menepis bola. Inter terus menekan hingga babak pertama usai, tetapi skor 1-0 bertahan.
Memasuki babak kedua, Inter tetap mengendalikan tempo permainan. Francesco Pio Esposito dua kali mengancam gawang Cagliari, namun upayanya gagal berbuah gol. Pada menit ke-59, sundulannya masih melebar. Menjelang pertengahan babak kedua, Inter mulai mengendurkan tekanan, memberi ruang bagi Cagliari untuk keluar menyerang. Namun, peluang terbaik tuan rumah melalui sundulan Gennaro Borrelli dari situasi sepak pojok masih belum menemui sasaran.
Kemenangan ini tidak hanya memperlihatkan ketajaman lini depan Inter, tetapi juga soliditas pertahanan yang dijaga ketat oleh Benjamin Pavard, Manuel Akanji, dan Alessandro Bastoni. Bagi pengamat sepak bola Italia, performa Inter di awal musim ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka akan kembali bersaing ketat memperebutkan scudetto, terutama dengan kehadiran pemain anyar seperti Luis Henrique yang mulai menunjukkan peran penting dalam skema serangan.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, laga ini juga menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim-tim besar Eropa beradaptasi dengan jadwal padat dan tekanan kompetisi. Pengalaman Inter dalam mengelola pertandingan dengan skor tipis bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan mempertahankan keunggulan. Selain itu, performa apik kiper seperti Caprile mengingatkan bahwa investasi pada penjaga gawang berkualitas adalah kunci sukses di level tertinggi.
Ke depan, Inter dijadwalkan menghadapi lawan-lawan berat di pekan-pekan berikutnya. Pertanyaannya, akankah Cristian Chivu mampu menjaga konsistensi timnya dan mempertahankan puncak klasemen? Atau justru Cagliari yang akan bangkit setelah kekalahan ini? Musim masih panjang, dan persaingan Serie A dipastikan akan semakin sengit.



