Lazio Kalahkan Genoa 1-0: Frattesi Pahlawan Lagi, tapi Stadion Sepi
Baca dalam 60 detik
- Gol tunggal Davide Frattesi memastikan kemenangan kedua Lazio di Serie A musim ini, mengalahkan Genoa 1-0 di Stadio Olimpico.
- Kemenangan ini diraih di tengah krisis cedera yang melanda Lazio dan boikot suporter terhadap presiden klub, Claudio Lotito.
- Lazio menunjukkan ketahanan mental yang kuat, tetapi harus segera mengatasi masalah cedera dan ketidakpuasan suporter untuk bersaing di papan atas.

Davide Frattesi kembali menjadi pahlawan Lazio. Gelandang serang itu mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 atas Genoa pada lanjutan Serie A, Minggu (1/9) malam WIB. Gol tersebut memastikan Lazio meraih kemenangan kedua beruntun di liga, setelah sebelumnya menaklukkan Bologna dengan skor identik.
Laga di Stadio Olimpico ini berlangsung di tengah suasana yang tidak biasa. Tribun stadion nyaris kosong karena suporter Lazio (ultras) masih melanjutkan boikot pertandingan kandang sebagai bentuk protes terhadap presiden klub, Claudio Lotito. Aksi ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat dukungan suporter biasanya menjadi energi tambahan bagi tim.
Pelatih Lazio, Gennaro Gattuso, harus pintar-pintar meramu strategi di tengah badai cedera yang melanda timnya. Sejumlah pemain inti seperti Patric, Alessio Romagnoli, Danilo Cataldi, Samuel Gigot, Adam Marusic, Luca Pellegrini, dan Fisayo Dele-Bashiru harus absen. Situasi ini memaksa Frattesi, yang sebelumnya menjadi penentu kemenangan atas Bologna, untuk tampil sejak menit awal. Nuno Tavares juga kembali ke starting line-up, sementara rekrutan anyar Andrea Pinamonti memulai laga dari bangku cadangan.
Di kubu Genoa, pelatih Alberto Gilardino juga menghadapi masalah serupa. Hamed Traore, Elias Havel, Franz-Ethan Meichtry, dan Lorenzo Venturino masih dalam perawatan. Namun, ada kabar baik dengan masuknya Milutin Osmajic, penyerang anyar yang baru bergabung dari Preston North End, ke dalam skuad.
Jalannya pertandingan berjalan ketat. Lazio unggul lebih dulu melalui Frattesi pada babak pertama. Berawal dari aksi Nuno Tavares yang menusuk dari sisi kiri, umpan tariknya disambut Frattesi di kotak penalti dan dikonversi menjadi gol dari jarak dekat. Kombinasi keduanya kembali nyaris berbuah gol saat Tavares melepaskan umpan silang yang disambut sundulan Frattesi, namun bola hanya membentur tiang gawang.
Genoa bukannya tanpa peluang. Beberapa kali pertahanan Lazio harus bekerja keras. Kiper Lazio, Christos Mandas, tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting, termasuk menepis sundulan Morten Frendrup di masa injury time. Sementara itu, Lazio juga memiliki peluang untuk menambah gol melalui Mattia Zaccagni dan Andrea Pinamonti, yang melakukan debutnya di menit-menit akhir, namun belum beruntung.
Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi Lazio, tetapi juga menyisakan pekerjaan rumah. Krisis cedera yang berkepanjangan bisa menjadi bumerang di tengah padatnya jadwal kompetisi. Selain itu, boikot suporter yang terus berlanjut bisa mempengaruhi atmosfer pertandingan kandang Lazio selanjutnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana sebuah tim besar bisa tetap tampil solid meski dihantam banyak masalah. Lazio membuktikan bahwa kedalaman skuad dan mentalitas menjadi kunci. Pertanyaannya, akankah Gattuso mampu merotasi pemain dengan efektif untuk menjaga performa tim? Atau justru krisis cedera ini akan menjadi awal dari perjalanan yang sulit bagi Lazio?



