Memoar Sonia Gandhi: Jendela Baru ke Dinasti Politik Paling Berkuasa di India
Baca dalam 60 detik
- Memoar Sonia Gandhi, 'Belonging: A Journey of Love', akan terbit November mendatang dan diyakini menjadi salah satu buku politik paling dinanti di India.
- Buku ini diharapkan mengungkap misteri di balik keputusan Sonia menolak jabatan perdana menteri pada 2004 dan dinamika internal keluarga Nehru-Gandhi.
- Publikasi memoar ini juga memicu kontroversi di India, dengan tuduhan tekanan politik terhadap penerbit, serta menyoroti perjuangan Partai Kongres melawan dominasi BJP.

Setelah hampir tiga dekade menjadi figur sentral politik India, Sonia Gandhi akhirnya angkat bicara melalui memoar berjudul "Belonging: A Journey of Love" yang dijadwalkan terbit pada November mendatang. Buku ini dianggap sebagai salah satu karya politik paling dinanti di India, mengingat perjalanan hidup perempuan kelahiran Italia yang menikah ke dalam keluarga paling berpengaruh di negara itu, serta perannya dalam membentuk arah politik India modern.
Memoar ini hadir di tengah gejolak politik India yang semakin didominasi oleh nasionalisme Hindu di bawah kepemimpinan Narendra Modi. Partai Kongres, yang pernah menjadi kekuatan dominan, kini terpuruk dan kehilangan banyak kader. Dalam konteks ini, buku Sonia Gandhi bukan sekadar catatan sejarah pribadi, melainkan juga upaya untuk membela warisan politik keluarganya yang semakin terpinggirkan.
Penerbit Alfred A. Knopf di AS dan William Collins di Inggris akan merilis buku tersebut. Dalam pernyataannya, Sonia Gandhi menggambarkan memoar ini sebagai "testimoni perjalanan hati saya melalui suka cita dan keputusasaan gelap yang menandai hidup saya". Buku ini diklaim akan membuka lembaran baru tentang kisah cintanya dengan Rajiv Gandhi, yang dimulai di Cambridge pada 1965, serta perjalanannya memasuki dunia politik India yang penuh intrik.
Namun, publikasi buku ini tidak lepas dari kontroversi. Sebelumnya, beredar laporan bahwa Penguin Random House India, yang semula akan menerbitkan, meminta perubahan pada naskah. Hal ini memicu tuduhan dari para pemimpin Kongres bahwa penerbit berada di bawah tekanan politik untuk mengubah bagian-bagian yang kritis terhadap pemerintah. Pihak Penguin membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa mereka tetap ingin menerbitkan buku ini dan diskusi yang terjadi adalah hal yang wajar dalam proses editorial.
Di luar kontroversi tersebut, para pembaca dan pengamat politik menaruh harapan besar pada memoar ini untuk menjawab teka-teki terbesar dalam politik India modern. Salah satunya adalah keputusan Sonia Gandhi pada 2004 untuk menolak jabatan perdana menteri, meskipun ia memiliki dukungan penuh dari partai dan sekutu. Ia justru memilih Manmohan Singh, arsitek liberalisasi ekonomi India, untuk memimpin pemerintahan. Keputusan ini dianggap sebagai salah satu misteri terbesar yang belum terpecahkan.
Menurut jurnalis dan penulis Neerja Chowdhury, keputusan Sonia Gandhi untuk tidak menjadi perdana menteri adalah pertanyaan terbesar yang belum terjawab. "Ia dengan mudah bisa menjadi perdana menteri - ia memiliki dukungan penuh dari partai dan sekutu, dan kantor presiden telah menyiapkan surat untuk mengundangnya membentuk pemerintahan," ujarnya. Dalam memoarnya, mantan menteri luar negeri Natwar Singh menulis bahwa Rahul Gandhi, putra Sonia, sangat menentang ibunya menjadi perdana menteri karena khawatir akan bernasib seperti nenek dan ayahnya yang tewas dibunuh.
Selain itu, memoar ini juga diharapkan dapat menjelaskan alasan Sonia Gandhi akhirnya terjun ke politik. Setelah pembunuhan Rajiv Gandhi pada 1991, ia memilih menjauh dari publik. Namun, saat Partai Kongres mengalami kemunduran pada 1990-an, ia bergabung pada 1997 dan menjadi presiden partai setahun kemudian. Pada awalnya, banyak yang meremehkannya, menyebutnya sebagai "ibu rumah tangga" atau "keajaiban Italia". Namun, dalam hitungan bulan, ia berhasil mentransformasi partai. India Today bahkan menggambarkannya memiliki "tangan besi dalam sarung tangan beludru" dan mampu "memangkas ego setinggi Himalaya hingga setinggi bukit".
Buku ini juga berpotensi mengungkap pandangan Sonia Gandhi tentang berbagai kontroversi yang membelit keluarganya, seperti skandal Bofors yang merusak pemerintahan Rajiv Gandhi, serta kritik terhadap asal-usulnya sebagai orang asing. Pada 2004, pemimpin BJP Sushma Swaraj bahkan mengancam akan mencukur rambutnya dan hidup sebagai pertapa jika Sonia menjadi perdana menteri, karena dianggap menghina bangsa. Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi semakin relevan mengingat Partai Kongres kini berjuang untuk bertahan di bawah kepemimpinan Rahul Gandhi yang kerap dikritik sebagai pemimpin yang tidak efektif.
Memoar ini juga akan menyoroti dilema Sonia Gandhi dalam memilih penerus warisan politik keluarga. Ia memilih Rahul daripada Priyanka yang dianggap lebih karismatik, sebuah keputusan yang hingga kini masih menjadi perdebatan. Penulis Rasheed Kidwai berharap buku ini dapat menjawab bagaimana Sonia memandang gaya politik putranya yang berbeda, serta sejauh mana ia mendukung langkah-langkah politik Rahul.
Di tengah serangan terhadap politik dinasti dan kampanye "Congress-mukt Bharat" (India tanpa Kongres) yang digaungkan BJP, memoar ini menjadi semacam pembelaan atas warisan Nehru-Gandhi. Sonia Gandhi sendiri menyatakan, "Banyak yang telah ditulis tentang keluarga saya, tetapi hanya sedikit narasi yang mampu mencapai kebenaran motivasi, tindakan, dan bahkan kegagalan manusiawi mereka. Dalam banyak hal, buku ini adalah penghormatan untuk kemanusiaan mereka."
Bagi Indonesia, memoar ini menawarkan pelajaran tentang dinamika politik dinasti dan tantangan mempertahankan warisan politik di tengah perubahan zaman. Meskipun konteks politik India berbeda, kisah Sonia Gandhi mengingatkan bahwa kekuatan politik sering kali lahir dari tragedi dan pengorbanan pribadi, serta bagaimana sebuah keluarga dapat menjadi simbol sekaligus beban bagi sebuah partai. Pertanyaannya, apakah memoar ini akan menjadi penutup yang manis bagi perjalanan politik Sonia Gandhi, atau justru membuka luka lama yang semakin memperumit masa depan Partai Kongres?



