Hojlund Bicara Kebebasan di Bawah Allegri, tapi Napoli Dinilai Kurang Kreatif
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Napoli, Rasmus Hojlund, mengaku mendapat lebih banyak kebebasan bermain di bawah asuhan Massimiliano Allegri musim ini, namun ia juga menyoroti minimnya peluang yang diciptakan timnya.
- Kekalahan 2-1 dari Como di Stadio Maradona membuat Napoli baru mengoleksi tiga poin dari dua laga awal Serie A, dan Allegri menyoroti kelemahan pertahanan yang terlalu lunak.
- Jelang menghadapi Inter dan debut Liga Champions melawan Arsenal, konsistensi performa Napoli akan menjadi ujian besar bagi skema baru Allegri dan peran Hojlund.

Rasmus Hojlund, penyerang andalan Napoli, mengakui bahwa dirinya kini menikmati kebebasan lebih besar dalam skema permainan yang diterapkan Massimiliano Allegri. Namun, di balik rasa nyaman itu, ia juga menyiratkan keprihatinan terhadap produktivitas serangan tim, terutama setelah Napoli tumbang 2-1 dari Como di hadapan pendukung sendiri, Minggu (24/8/2025).
Kekalahan tersebut menjadi pukulan awal bagi skuad Partenopei yang sebelumnya sukses mencuri tiga poin di kandang Genoa. Dengan raihan tiga angka dari dua pertandingan, Napoli untuk sementara tertinggal dari rival-rivalnya di papan atas. Allegri, pelatih anyar yang menggantikan Antonio Conte, langsung mengkritisi lini belakang yang dinilainya terlalu lunak. Namun, Hojlund menilai masalah tidak hanya berhenti di situ.
โTentu saja, aspek itu harus kami perbaiki, tetapi kami juga harus meningkatkan daya serang karena saya rasa kami tidak menciptakan banyak peluang,โ ujar pemain asal Denmark itu kepada DAZN, seperti dikutip TuttoNapoli. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa meski ada perubahan filosofi, Napoli belum sepenuhnya menemukan ritme ofensif yang diharapkan.
Menariknya, Hojlund justru merasa lebih leluasa bergerak di bawah arahan Allegri dibandingkan era Conte. โMusim lalu, Conte sangat ketat mengatur posisi saya yang cenderung membelakangi gawang. Musim ini, saya punya lebih banyak kebebasan, dan saya berharap bisa mencetak lebih banyak gol seperti itu,โ jelasnya. Pergeseran peran ini tampaknya menjadi salah satu kunci kebangkitan performa sang striker, yang kini telah mengoleksi 17 gol dari 46 penampilan bersama Napoli sejak bergabung secara permanen dari Manchester United pada 2025-26.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika di Napoli ini menarik untuk disimak, terutama karena klub tersebut kerap menjadi destinasi pemain Asia Tenggara. Namun, yang lebih relevan adalah bagaimana perubahan taktik di klub-klub Eropa sering kali menjadi tolok ukur bagi perkembangan sepak bola nasional. Jika Hojlund mampu bersinar dengan kebebasan baru, hal itu bisa menjadi inspirasi bagi striker-striker muda Indonesia yang sedang merintis karier di liga domestik maupun luar negeri.
Kritik Allegri terhadap pertahanan yang โlunakโ memang beralasan, tetapi Hojlund menggarisbawahi bahwa lini tengah dan depan juga perlu lebih kreatif. Dalam pertandingan melawan Como, Napoli memang mendominasi penguasaan bola, namun gagal menerjemahkannya menjadi peluang emas. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Allegri, yang dikenal pragmatis namun dituntut membangun permainan menyerang yang lebih variatif.
Jadwal berat sudah menanti. Akhir pekan ini, Napoli akan bertandang ke markas Inter Milan, yang baru saja meraih kemenangan tipis atas Cagliari. Setelah itu, mereka akan menjalani laga perdana Liga Champions 2026-27 dengan menjamu Arsenal di Stadio Maradona. Dua pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skema Allegri dan mentalitas para pemainnya.
Pertanyaannya, akankah kebebasan yang diberikan Allegri kepada Hojlund mampu mengangkat performa Napoli secara keseluruhan? Atau justru menjadi bumerang karena lini belakang yang rapuh? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: tekanan akan semakin besar jika hasil negatif terus berlanjut.



