Arthur Fery Cetak Sejarah ke Final ATP Pertama, Peringkat ke-33 Dunia
Baca dalam 60 detik
- Petenis Inggris Arthur Fery melaju ke final ATP Tour pertamanya setelah lawannya, James Duckworth, mundur karena cedera di Winston-Salem Open.
- Kemenangan ini mengantarkan Fery ke peringkat tertinggi kariernya, 33 dunia, sekaligus menyalip Cameron Norrie sebagai petenis nomor satu Inggris.
- Fery akan menghadapi Ignacio Buse di final, dan hasil ini menjadi modal berharga jelang US Open bulan depan.

Arthur Fery, petenis Inggris berusia 24 tahun, memastikan diri melaju ke final ATP Tour pertamanya setelah lawannya, James Duckworth, memutuskan mundur karena cedera pada semifinal Winston-Salem Open, Jumat (22/8) waktu setempat. Fery unggul 6-4, 2-1 saat Duckworth, yang sempat meminta medical timeout setelah set pertama, tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan Fery ke partai puncak turnamen ATP 250 tersebut, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai petenis nomor satu Inggris. Dengan capaian ini, Fery menyalip Cameron Norrie dan menempati peringkat tertinggi kariernya, yaitu 33 dunia. Sebelumnya, pada Juli lalu, ia mengejutkan banyak pihak dengan melaju hingga semifinal Wimbledon, sebuah pencapaian yang menjadi titik balik kariernya.
"Saya sangat senang bisa berada di final. Ini bukan cara yang saya inginkan untuk mengakhiri pertandingan. Saya berharap James segera pulih dan beristirahat untuk pekan depan. Namun, saya sangat bahagia bisa melaju," ujar Fery, seperti dikutip dari BBC.
Di partai final yang akan digelar Sabtu (23/8) di North Carolina, Fery akan berhadapan dengan petenis Peru, Ignacio Buse. Buse, yang berusia 22 tahun dan menempati peringkat 36 dunia, melaju setelah mengalahkan petenis Prancis Benjamin Bonzi dengan skor 6-2, 4-6, 6-1. Buse sendiri sedang dalam performa impresif setelah menjuarai turnamen ATP 500 di Hamburg pada Mei lalu, mengalahkan Tommy Paul di final.
Kebangkitan Fery dalam dua bulan terakhir terbilang fenomenal. Delapan pekan lalu, sebelum melaju ke semifinal Wimbledon, ia masih berada di luar 100 besar dunia. Kini, ia berdiri di ambang gelar ATP pertamanya. Namun, tantangan terbesar menanti di US Open bulan depan, di mana ia nyaris menjadi unggulan. Fery akan menghadapi unggulan ke-13 asal Italia, Lorenzo Musetti, di babak pertama Flushing Meadows, New York.
Bagi penggemar tenis Indonesia, pencapaian Fery menjadi pengingat bahwa kerja keras dan konsistensi dapat mengubah nasib dalam waktu singkat. Meski Indonesia belum memiliki wakil di level ATP, perkembangan Fery bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air yang bercita-cita menembus panggung dunia. Terlebih, dengan semakin banyaknya turnamen internasional yang disiarkan, minat masyarakat terhadap tenis pun meningkat.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah Fery memanfaatkan momentum ini untuk meraih gelar pertamanya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kepercayaan dirinya jelang US Open? Jawabannya akan terungkap dalam final yang dinanti, sekaligus menjadi ujian sejauh mana ia bisa bersaing di level tertinggi.



