Bau Ganja di US Open Ganggu Konsentrasi Petenis: Boulter Protes, Panitia Angkat Bicara
Baca dalam 60 detik
- Petenis Inggris Katie Boulter mengeluhkan aroma ganja yang mengganggu fokusnya di area latihan US Open 2024.
- Fenomena ini bukan baru; sejumlah nama besar seperti Novak Djokovic dan Alexander Zverev pernah mengalaminya di edisi sebelumnya.
- USTA mengaku kesulitan mengendalikan bau yang berasal dari luar arena, sementara petenis lain menganggapnya bagian dari atmosfer New York.

Bau ganja yang menyengat di sekitar arena tenis Flushing Meadows, New York, kembali menjadi sorotan. Petenis putri nomor satu Inggris, Katie Boulter, secara terbuka mengeluhkan aroma tersebut mengganggu konsentrasinya saat bertanding dan berlatih di US Open. Keluhan ini muncul di tengah persiapan turnamen grand slam terakhir musim ini yang dijadwalkan bergulir mulai Minggu (25/8).
Meski aturan setempat melarang merokok di dalam area venue, angin kerap membawa aroma khas ganja dari Taman Corona yang berdekatan dengan stadion. Boulter, yang saat ini menempati peringkat 60 dunia, mengaku mencium bau tersebut cukup kuat di lapangan latihan. "Saya bukan penggemar bau itu. Saya tahu banyak pemain yang mengeluh di beberapa lapangan tertentu. Saya pernah mengalaminya saat pertandingan," ujarnya kepada wartawan di Flushing Meadows.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di US Open. Sebelumnya, Novak Djokovic dan Alexander Zverev juga pernah menyampaikan keluhan serupa. Pada 2022, Nick Kyrgios bahkan sempat meminta wasit menegur penonton yang kedapatan merokok di dekat lapangan karena memicu asmanya. Setahun kemudian, Maria Sakkari dari Yunani juga menyoroti masalah ini di tengah pertandingan, meski kemudian menegaskan kekalahannya tidak terkait dengan hal tersebut.
Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) selaku penyelenggara menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan dinas taman untuk menekan aktivitas merokok di sekitar batas arena. Namun, mereka mengakui keterbatasan dalam mengendalikan hal-hal yang terjadi di luar kompleks Billie Jean King National Tennis Center. "Kami terus waspada dan berupaya menjaga kondisi ini," demikian pernyataan resmi USTA.
Menariknya, tidak semua petenis merasa terganggu. Fran Jones, yang juga berasal dari Inggris dan lolos kualifikasi, justru sempat bercanda soal aroma tersebut pada tahun lalu. "Tahun lalu saya bercanda, saya tanya ke orang di sekitar, 'apa ini normal?' Karena saya di stadion dan dekat taman. Dia bilang 'ya'. Saya bilang, 'pantas saja saya main bagus'," kenang Jones yang akan menghadapi Magda Linette dari Polandia. Sementara itu, Harriet Dart, yang juga lolos kualifikasi, memilih bersikap filosofis. "Ini New York. Di mana-mana baunya seperti itu. Mau bagaimana lagi? Semua orang mengalaminya," katanya.
Bagi penonton tenis di Indonesia, keluhan para petenis ini mungkin terdengar sepele. Namun, isu ini menyoroti tantangan penyelenggaraan turnamen olahraga di kawasan perkotaan dengan kebijakan ganja yang longgar. Di Indonesia, di mana ganja masih ilegal, kejadian seperti ini menjadi pengingat betapa regulasi suatu negara dapat memengaruhi atmosfer kompetisi internasional. Pertanyaan yang muncul kemudian: apakah USTA akan mampu menekan gangguan ini di masa mendatang, atau justru harus beradaptasi dengan realitas lokal yang ada?



