Newcastle Siap Pecahkan Rekor Transfer demi Martin Baturina, Como Beri Sinyal Tegas
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan telah mengajukan tawaran senilai 70 juta euro untuk gelandang serang Como, Martin Baturina, yang akan menjadi rekrutan termahal ketiga dalam sejarah klub.
- Como menolak tawaran tersebut dan menganggap Baturina sebagai pemain yang tidak bisa dilepas, kecuali ada tawaran mendekati 90 juta euro.
- Keputusan akhir Newcastle akan sangat bergantung pada sikap Como dan potensi kepergian Nick Woltemade, yang bisa memaksa The Magpies bergerak cepat di bursa transfer.

Newcastle United dilaporkan telah mengirimkan tawaran senilai 70 juta euro (sekitar Rp1,2 triliun) kepada Como untuk mengamankan jasa gelandang serang asal Kroasia, Martin Baturina. Langkah ini menjadi sinyal ambisi besar The Magpies di bursa transfer musim panas ini, sekaligus uji keseriusan mereka dalam membangun skuad kompetitif untuk bersaing di papan atas Premier League.
Menurut laporan jurnalis Belgia Sacha Tavolieri, tawaran tersebut telah disampaikan Newcastle di tengah upaya mereka mencari pengganti jangka panjang di lini tengah. Baturina, yang baru bergabung dengan Como dari Dinamo Zagreb pada musim panas 2025, telah menjelma menjadi salah satu gelandang serang paling menarik di Serie A. Namun, Como menegaskan bahwa pemain berusia 23 tahun itu berstatus untouchable atau tidak bisa dijual, terutama di penghujung bursa transfer.
Sikap tegas Como ini bukan tanpa alasan. Klub asal Italia itu menilai Baturina sebagai aset berharga yang menjadi fondasi proyek jangka panjang mereka. Sumber internal Football FanCast menyebutkan, Como baru akan melunak jika ada tawaran mendekati 90 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun). Angka tersebut jelas di luar jangkauan Newcastle, yang telah menggelontorkan lebih dari 100 juta euro untuk belanja pemain tengah musim ini, termasuk mendatangkan Sean Steur, Nico Gonzalez, dan Aladji Bamba.
Manajer Newcastle, Matthias Jaissle, sebelumnya mengindikasikan bahwa klubnya tidak akan bertindak panik di bursa transfer. "Kami ingin cerdas. Kami tidak ingin bertindak panik, jadi saya optimistis sesuatu akan terjadi," ujarnya. Namun, kebutuhan akan gelandang serang murni masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Kepergian dua dari tiga gelandang ikonik mereka musim panas ini membuat lini tengah Newcastle kehilangan kreativitas.
Baturina sendiri telah menarik perhatian banyak klub Eropa berkat performa impresifnya bersama Como dan timnas Kroasia. Pelatih Como, Cesc Fabregas, pernah memujinya sebagai pemain dengan kualitas luar biasa, cerdas dalam penguasaan bola, kuat dalam duel, dan memiliki kepribadian untuk tampil di momen-momen penting. Pujian serupa datang dari pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, yang menyebut Baturina sebagai pemain paling berbahaya di lini serang saat melawan Belgia.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba-lomba mendapatkan gelandang serang berkualitas. Di tengah maraknya pemain Asia Tenggara yang merambah Eropa, termasuk dari Thailand dan Vietnam, Indonesia masih menunggu talenta yang bisa menembus level tertinggi. Kehadiran pemain seperti Baturina menjadi contoh bagaimana pengembangan pemain muda yang konsisten bisa berbuah manis.
Keputusan akhir Newcastle akan sangat bergantung pada fleksibilitas Como. Jika Como tetap pada pendiriannya, Newcastle mungkin harus mengalihkan perhatian ke target lain. Namun, jika Nick Woltemade hengkang ke Napoli seperti yang dirumorkan, The Magpies bisa kembali tergerak untuk menaikkan tawaran. Pertanyaannya, akankah Newcastle berani memecahkan rekor transfer mereka demi Baturina, atau memilih mundur dan menunggu peluang lain di bursa mendatang?



