Tresoldi Pilih Timnas Italia, Mancini Siap Panggil di Laga Nations League September
Baca dalam 60 detik
- Penyerang 22 tahun asal Cagliari itu dikabarkan telah menyetujui untuk membela Italia di level senior, dengan proses administratif FIFA sudah dimulai.
- Keputusan ini mengakhiri spekulasi masa depannya setelah sebelumnya memperkuat Jerman di level U-19 dan U-21, serta mencetak 12 gol dalam 24 penampilan bersama U-21.
- Pelatih Roberto Mancini berharap dapat memasukkan Tresoldi dalam skuad untuk laga Nations League melawan Belgia, Turki, dan Prancis pada akhir September hingga awal Oktober.

Penyerang muda kelahiran Cagliari, Nicolo Tresoldi, dikabarkan telah memutuskan untuk membela tim nasional Italia di level senior, sebuah langkah yang langsung mendapat sambutan dari pelatih Roberto Mancini. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pemain berusia 22 tahun itu telah menyetujui untuk bergabung dengan Gli Azzurri, dan proses perpindahan asosiasi melalui FIFA telah dimulai.
Keputusan ini menjadi titik balik bagi karier internasional Tresoldi yang sebelumnya sempat memperkuat Jerman di kelompok umur. Lahir di Cagliari dari orang tua Italia, ia pindah ke Jerman saat remaja dan menimba ilmu di akademi Hannover 96 sebelum akhirnya bergabung dengan Club Brugge pada musim panas 2025. Dengan performa impresifnya—tiga gol dalam tiga pertandingan bersama klub Belgia itu—Tresoldi kini menjadi salah satu prospek menarik bagi lini serang Italia.
Bagi Mancini, kehadiran Tresoldi menjadi opsi segar di tengah persaingan ketat di posisi penyerang. Italia akan menghadapi Belgia, Turki, dan Prancis dalam rangkaian laga Nations League yang dipadatkan pada akhir September hingga awal Oktober. Mancini dijadwalkan mengumumkan skuad sekitar 30 pemain pada 18 September, dan ia berharap FIFA telah memberikan persetujuan untuk Tresoldi sebelum tanggal tersebut.
Fenomena pemain keturunan Italia yang memilih membela negara asal orang tuanya bukan hal baru. Sebelumnya, Italia juga sukses menarik pemain seperti Jorginho dan Emerson Palmieri yang lahir di Brasil. Namun, kasus Tresoldi menarik karena ia telah mewakili Jerman di level U-21 dengan catatan 12 gol dalam 24 penampilan. Keputusannya untuk pindah kewarganegaraan sepak bola menunjukkan daya tarik Italia sebagai tujuan karier internasional, sekaligus menjadi pukulan bagi Jerman yang kehilangan salah satu talenta mudanya.
Di sisi lain, kabar ini juga menjadi sorotan bagi pengamat sepak bola di Indonesia. Meski tidak terkait langsung, fenomena pemain diaspora yang memilih negara asal leluhurnya sering menjadi perbandingan dengan upaya PSSI menaturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Keberhasilan Italia dalam meyakinkan pemain seperti Tresoldi bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya pendekatan personal dan prospek jangka panjang dalam menarik pemain potensial.
Selain Tresoldi, La Gazzetta dello Sport juga melaporkan bahwa Alessandro Romano, pemain muda lainnya, telah setuju untuk membela Italia daripada Swiss. Sementara itu, bek Udinese Matteo Palma yang lahir di Berlin juga menjadi harapan untuk bergabung. Palma, yang berusia 18 tahun, pernah mewakili Italia dan Jerman di level junior, sehingga keputusannya akan menjadi perhatian tersendiri.
Dengan adanya pemain-pemain baru yang memilih Italia, Mancini memiliki lebih banyak opsi untuk membangun skuad yang kompetitif. Pertanyaannya, apakah Tresoldi akan langsung mendapatkan menit bermain atau harus bersaing dengan penyerang mapan seperti Ciro Immobile dan Gianluca Scamacca? Keputusan Mancini dalam laga melawan Belgia akan menjadi indikator awal seberapa besar kepercayaan terhadap pemain muda ini.



