Kemenangan Perdana Milan di San Siro: Saelemaekers Jadi Bintang di Balik Layar
Baca dalam 60 detik
- AC Milan mengawali musim kandang dengan kemenangan 2-0 atas Venezia, ditentukan oleh gol Gonçalo Ramos dan gol bunuh diri lawan.
- Alexis Saelemaekers, yang masuk sebagai pemain pengganti, menjadi kreator utama dengan dua assist, mengungguli performa Ramos di mata media Italia.
- Penampilan impresif Saelemaekers menandakan kedalaman skuad Milan dan memberi sinyal persaingan ketat di lini depan sepanjang musim.

AC Milan sukses meraih tiga poin perdana di kandang pada pekan kedua Serie A, Jumat malam, dengan menundukkan Venezia 2-0 di San Siro. Kemenangan ini bukan hanya soal Gonçalo Ramos yang memecah kebuntuan di babak kedua, melainkan juga penampilan cemerlang Alexis Saelemaekers yang layak menjadi sorotan utama.
Bermain di hadapan publik sendiri untuk pertama kalinya musim ini, Milan tampil dominan namun sempat frustrasi di babak pertama. Ramos, penyerang asal Portugal, membuang tiga peluang emas sebelum akhirnya mencetak gol pembuka setelah jeda. Namun, media Italia menilai kontribusi Saelemaekers yang masuk pada menit ke-59 justru lebih menentukan. Pemain asal Belgia itu langsung mengubah ritme permainan dengan dua assist yang berujung gol, termasuk umpan untuk Ramos dan skema yang berujung gol bunuh diri Redouane Halhal.
Penilaian dari tiga media olahraga terkemuka Italia—Gazzetta dello Sport, Corriere dello Sport, dan Tuttosport—menunjukkan konsistensi: Saelemaekers mendapat nilai tertinggi (7 hingga 7,5), mengungguli Ramos yang juga mendapat nilai 7. Sementara itu, bek Mario Gila dan kiper Mike Maignan juga tampil solid, namun sorotan negatif tertuju pada Ruben Loftus-Cheek yang gagal menunjukkan ketajamannya sebelum digantikan Adrien Rabiot. Gazzetta menulis, "Bermain sebagai gelandang serang kanan, ia tidak mampu memaksakan fisiknya."
Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad asuhan Amorim, yang mampu memanfaatkan perubahan taktik di tengah pertandingan. Bagi pengamat, kemampuan Saelemaekers menjadi pembeda saat tim kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan adalah nilai tambah yang krusial. Ini juga menjadi sinyal bagi para pemain lain bahwa persaingan untuk tempat inti akan semakin ketat, terutama dengan kehadiran Rabiot yang mulai menunjukkan performa menjanjikan.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, performa Milan ini menarik untuk dicermati karena beberapa pemain kunci seperti Tijjani Reijnders dan Rafael Leão (meski tidak disebut dalam laporan) tetap menjadi andalan. Namun, yang lebih relevan adalah bagaimana rotasi pemain seperti Saelemaekers dapat menjadi inspirasi bagi klub-klub Asia, termasuk di Liga 1, bahwa kualitas pengganti sama pentingnya dengan starter. Fenomena ini juga mengingatkan pada strategi pelatih asal Portugal yang kerap mengandalkan fleksibilitas taktik, sebuah pendekatan yang mulai banyak diadopsi di Indonesia.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah apakah Amorim akan memberi Saelemaekers tempat inti pada laga-laga berikutnya, atau tetap menjadikannya sebagai senjata rahasia dari bangku cadangan. Dengan jadwal padat yang menanti, keputusan ini akan menentukan konsistensi Milan dalam perburuan Scudetto. Sementara itu, para penggemar di Indonesia tentu berharap performa impresif ini berlanjut, mengingat banyaknya penggemar Milan di tanah air yang selalu antusias menyaksikan aksi tim kesayangannya.



