Miretti Resmi ke Besiktas, Juventus Sisipkan Opsi Beli €13 Juta
Baca dalam 60 detik
- Juventus melepas Fabio Miretti ke Besiktas dengan skema pinjaman €2,1 juta plus opsi pembelian permanen senilai €13 juta.
- Kepindahan ini mempertemukan Miretti dengan mantan rekan setimnya, Dusan Vlahovic, di bawah arahan pelatih asal Italia, Vincenzo Italiano.
- Bagi pemain berusia 23 tahun itu, petualangan di Turki menjadi ujian baru setelah hanya satu musim dipinjamkan ke Genoa.

Juventus resmi melepas gelandang mudanya, Fabio Miretti, ke klub raksasa Turki, Besiktas, dengan skema pinjaman selama satu musim. Kesepakatan ini mencakup biaya pinjaman sebesar €2,1 juta serta opsi pembelian permanen senilai €13 juta yang dapat dieksekusi pada akhir musim. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Bianconeri mulai merampingkan skuad sambil memberi ruang bagi pemain akademi untuk berkembang di liga lain.
Miretti, yang baru genap berusia 23 tahun pada awal bulan ini, telah menyelesaikan tes medisnya di Istanbul dan menandatangani kontrak pada Rabu malam waktu setempat. Ia akan mengenakan nomor punggung 21 di lini tengah Besiktas. Kepindahan ini sekaligus mempertemukannya kembali dengan mantan rekan setimnya di Juventus, Dusan Vlahovic, yang kini menjadi andalan lini depan tim berjuluk Kara Kartal tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Juventus merinci struktur finansial kesepakatan: biaya pinjaman sebesar €2 juta ditambah €0,1 juta untuk biaya tambahan lainnya. Adapun opsi pembelian permanen senilai €13 juta akan dibayarkan dalam tiga kali angsuran. Dengan total nilai transfer mencapai €15,1 juta, kesepakatan ini dinilai menguntungkan kedua belah pihak—Juventus mendapat dana segar, sementara Besiktas mendapatkan pemain muda potensial dengan skema fleksibel.
Bagi Miretti, petualangan di Turki Super Lig menjadi ujian baru setelah hanya satu musim dipinjamkan ke Genoa pada 2024/25. Meski sempat menembus tim utama Juventus, persaingan ketat di lini tengah membuatnya kesulitan mendapatkan menit bermain reguler. Di Besiktas, ia diharapkan menjadi motor permainan dan mengisi peran yang ditinggalkan pemain senior. Kehadiran pelatih Vincenzo Italiano, yang dikenal dengan gaya pressing tinggi dan penguasaan bola, bisa menjadi katalis bagi perkembangan kariernya.
Dari perspektif Indonesia, kepindahan Miretti ke Besiktas menarik untuk disimak karena kompetisi Turki semakin populer di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air. Banyak pemain bintang yang meramaikan liga tersebut, dan kini dengan tambahan talenta muda asal Italia, daya tariknya semakin besar. Selain itu, langkah Juventus melepas pemain akademi dengan opsi beli menunjukkan tren klub-klub Eropa yang semakin pragmatis dalam mengelola aset pemain—sebuah pelajaran yang relevan bagi klub-klub Indonesia yang mulai serius mengembangkan akademi.
Menurut analis sepak bola Eropa, keputusan Juventus melepas Miretti dengan opsi beli menunjukkan strategi klub dalam menyeimbangkan kebutuhan finansial dan pengembangan pemain. "Ini langkah cerdas bagi kedua pihak. Besiktas mendapatkan pemain muda berbakat tanpa risiko besar, sementara Juventus tetap memegang kendali jika performanya melejit," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Miretti mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali ke level tertinggi, atau justru menetap lebih lama di Istanbul. Jika berhasil tampil konsisten, bukan tidak mungkin Besiktas akan menebus opsi pembeliannya, dan Juventus pun akan menuai keuntungan finansial. Namun, jika gagal, ia akan kembali ke Turin dengan status yang masih jelas. Satu hal yang pasti: musim ini menjadi titik balik penting dalam karier pemain yang pernah membela timnas Italia di level senior itu.



