Newcastle Siapkan Dana Rp1 Triliun untuk El Khannouss, Solusi Kreativitas yang Hilang
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United serius mengejar gelandang serang Maroko, Bilal El Khannouss, dengan nilai transfer mencapai ยฃ51 juta atau sekitar Rp1 triliun.
- Kedatangan El Khannouss diharapkan menjadi jawaban atas krisis kreativitas lini depan Newcastle, yang musim lalu hanya mengandalkan Nick Woltemade yang kurang produktif.
- Jika transfer ini terwujud, El Khannouss akan menjadi investasi jangka panjang yang bisa mengangkat performa Newcastle di Premier League dan persaingan domestik.

Newcastle United dikabarkan tengah mempercepat negosiasi untuk mendatangkan gelandang serang asal Maroko, Bilal El Khannouss, dari klub Jerman, VfB Stuttgart. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperbaiki lini serang yang tumpul, setelah penyerang andalan mereka, Nick Woltemade, gagal memenuhi ekspektasi di musim pertamanya di Premier League.
Menurut laporan The Athletic, Newcastle telah lama mengincar El Khannouss dan sempat mencoba merekrutnya setahun lalu. Kini, negosiasi kembali berlanjut, dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai ยฃ51 juta atau sekitar Rp1 triliun. Angka ini menjadi sinyal ambisi The Magpies untuk bersaing di papan atas, meski harus merogoh kocek dalam-dalam.
El Khannouss, yang sebelumnya memperkuat Leicester City di Premier League, dikenal memiliki visi bermain yang luar biasa. Statistiknya pada musim 2024/25 menunjukkan rata-rata 2,3 umpan panjang per 90 menit, menempatkannya di empat persen terbaik di liga. Selain itu, ia juga mencatatkan 1,7 peluang tercipta per 90 menit, angka yang mencerminkan kemampuannya dalam membongkar pertahanan lawan.
Kehadiran El Khannouss diharapkan dapat menjadi katalis bagi Woltemade yang kesulitan beradaptasi. Meski Woltemade baru mencetak delapan gol dari 33 penampilan, sejarah menunjukkan bahwa pemain Bundesliga sering membutuhkan waktu untuk beradaptasi di Inggris. Nama-nama seperti Ilkay Gundogan dan Heung-min Son adalah contoh nyata bagaimana kesabaran bisa membuahkan hasil.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, keputusan Newcastle ini menarik untuk dicermati. Investasi besar pada pemain muda seperti El Khannouss menunjukkan tren klub-klub Eropa yang berani mengambil risiko demi potensi jangka panjang. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih berani dalam pengembangan pemain muda, baik dari sisi finansial maupun strategi rekrutmen.
Meski begitu, langkah Newcastle tidak tanpa risiko. El Khannouss, yang pernah mengalami degradasi bersama Leicester, harus membuktikan bahwa ia mampu tampil konsisten di level tertinggi. Jika transfer ini terwujud, tekanan akan langsung membebaninya untuk menjadi kreator utama di lini tengah Newcastle.
Dengan sisa waktu bursa transfer yang semakin sempit, keputusan Newcastle dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah musim mereka. Apakah El Khannouss akan menjadi jawaban atas kebuntuan kreativitas, atau justru menjadi investasi mahal yang belum tentu membuahkan hasil? Semua akan terjawab di lapangan.



