Leeds Incar Emerson Pata: Kandidat Penerus Noah Okafor di Lini Serang
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan tertarik merekrut penyerang muda Independiente del Valle, Emerson Pata, sebelum bursa transfer ditutup.
- Pemain asal Ekuador itu dinilai punya profil mirip Noah Okafor: fleksibel di lini depan dan tajam mencetak gol.
- Persaingan ketat dengan Bayer Leverkusen, Ipswich, dan Sunderland membuat Leeds harus bergerak cepat.

Leeds United tengah mempertimbangkan langkah untuk memperkuat lini serang mereka dengan merekrut penyerang muda asal Ekuador, Emerson Pata, sebelum jendela transfer musim panas ditutup. Klub asal Yorkshire itu dikabarkan menjadi salah satu peminat utama pemain Independiente del Valle tersebut, yang diharapkan bisa menjadi versi baru Noah Okafor di Elland Road.
Ketertarikan Leeds muncul setelah performa Daniel James yang kurang konsisten di lini depan. Meski mencetak gol saat Leeds mengalahkan Nottingham Forest 2-0 di ajang Piala Liga, gol tersebut merupakan yang pertama baginya dalam lebih dari setahun. Sepanjang musim lalu, James gagal mencetak gol atau assist dalam 21 penampilan di semua kompetisi, menjadi alasan utama klub mendatangkan Okafor dari AC Milan.
Okafor sendiri berhasil mencetak delapan gol di Premier League musim lalu, memberikan ancaman yang tidak mampu diberikan James. Kini, Leeds ingin menambah amunisi di lini sayap untuk bersaing dengan Okafor dan memberikan lebih banyak dukungan bagi Dominic Calvert-Lewin di lini depan.
Menurut laporan OnTheMinute, Leeds bukan satu-satunya klub yang meminati Pata. Bayer Leverkusen dari Jerman dikabarkan ikut dalam perburuan, begitu pula Ipswich Town dan Sunderland. Namun, belum ada satu pun yang mengajukan tawaran resmi untuk pemain berusia 22 tahun tersebut.
Pata, yang dijuluki "incredible" oleh pengamat Diego Ordinola, adalah penyerang serba bisa yang bisa bermain di sisi kiri, kanan, atau sebagai penyerang tengah. Sejak awal musim 2026, ia telah mencetak 15 gol dan menciptakan banyak peluang dalam 24 penampilan di Serie A Ekuador. Dengan delapan gol dari 19 pertandingan sebagai starter, ia menunjukkan potensi untuk menjadi pencetak gol reguler, mirip dengan kontribusi Okafor bagi Leeds.
Konteks Indonesia: Ketertarikan Leeds pada pemain muda Amerika Selatan seperti Pata menunjukkan tren klub-klub Eropa yang semakin agresif memantau talenta di liga-liga non-unggulan. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, ini bisa menjadi pelajaran bahwa pemain-pemain muda dari kompetisi seperti Liga 1 juga berpeluang dilirik jika konsisten tampil. Namun, persaingan dengan klub sebesar Leverkusen menunjukkan bahwa langkah Leeds harus cepat dan tepat.
Jika transfer ini terwujud, Leeds akan memiliki opsi lebih variatif di lini depan. Pata bisa menjadi pelengkap bagi Okafor dan Calvert-Lewin, memberikan kedalaman skuad yang dibutuhkan untuk bersaing di Premier League dan kompetisi lainnya. Namun, jika gagal, Leeds harus mencari alternatif lain sebelum jendela transfer ditutup.
Pertanyaannya, apakah Leeds mampu memenangkan perlombaan ini? Dengan Leverkusen yang juga berminat, keputusan Pata akan menentukan arah kariernya. Bagi Leeds, merekrut pemain seperti Pata bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan, baik secara sportif maupun finansial.



