Bundesliga Gaet Jamie Vardy dan Goldbridge: Strategi Konten Kreator untuk Raih Penonton Muda
Baca dalam 60 detik
- Liga Jerman memperluas siaran di Inggris-Irlandia dengan menggandeng kanal YouTube milik Jamie Vardy dan memperpanjang kerja sama dengan Mark Goldbridge untuk musim 2026-27.
- Langkah ini menegaskan pergeseran strategi distribusi konten sepak bola Eropa yang mulai mengandalkan kreator digital untuk menjangkau audiens berusia di bawah 35 tahun.
- Ke depan, model kemitraan semacam ini berpotensi ditiru oleh liga-liga lain di Asia, termasuk Indonesia, seiring perubahan kebiasaan menonton generasi muda.

Bundesliga Media mengumumkan perluasan strategi siaran inovatifnya di Inggris dan Irlandia untuk musim 2026-27 dengan menggandeng kanal YouTube milik mantan penyerang Premier League, Jamie Vardy, serta memperpanjang kerja sama dengan kanal populer That's Football yang diasuh Mark Goldbridge. Langkah ini menegaskan bahwa liga sepak bola Jerman serius menjadikan kreator digital sebagai ujung tombak penjangkauan penggemar baru, terutama generasi muda yang semakin jarang menonton siaran televisi konvensional.
Vardy, yang dikenal lewat kanal "Jamie Vardy's Having a Party", akan memandu siaran langsung tujuh pertandingan Bundesliga pada Jumat malam sepanjang musim. Kerja sama ini dimulai dengan laga pembuka antara FC Bayern Mรผnchen melawan VfB Stuttgart pada 28 Agustus mendatang. Produksi acara ini akan ditangani oleh Workerbee, anak perusahaan Banijay Entertainment, yang juga menaungi podcast Vardy. Sementara itu, Goldbridge kembali dipercaya untuk menayangkan 15 laga Jumat malam melalui format watch-along, dimulai dengan duel Union Berlin kontra Schalke 04 pada 11 September.
Keputusan Bundesliga ini bukan sekadar tambahan saluran distribusi. Ini adalah respons terhadap perubahan perilaku konsumsi media yang semakin personal dan interaktif. Seperti diungkapkan Rick Murray, CEO Workerbee, penggemar tidak lagi sekadar menonton, tetapi ingin merasakan pertandingan bersama figur yang mereka percaya. Kehadiran Vardy, yang merupakan pemenang Premier League bersama Leicester City, membawa perspektif pemain yang jarang ditemukan dalam siaran resmi liga.
Data dari musim lalu menunjukkan efektivitas strategi ini. Kanal Goldbridge yang memiliki 1,5 juta subscriber berhasil menarik 54% penonton berusia 13-34 tahun untuk siaran Bundesliga. Angka ini jauh melampaui rata-rata demografi penonton televisi tradisional. Peer Naubert, Chief Commercial Officer Bundesliga Media, menegaskan bahwa pendekatan mereka kini beragam, disesuaikan dengan kebiasaan menonton di setiap pasar. "Tidak ada satu cara pun untuk menikmati Bundesliga," ujarnya.
Bagi penonton di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meski tidak ada dampak langsung pada hak siar lokal, tren ini menunjukkan bahwa liga-liga Eropa mulai melirik kreator digital sebagai jembatan menuju pasar Asia. Model seperti ini bisa menjadi referensi bagi Liga 1 atau bahkan Timnas Indonesia dalam menjangkau generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di platform digital. Jika berhasil, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat kreator Indonesia dilibatkan dalam siaran resmi liga top Eropa.
Dengan tambahan Vardy dan perpanjangan kontrak Goldbridge, Bundesliga kini memiliki dua kanal kreator yang saling melengkapi. Pertanyaannya, mampukah strategi ini bertahan dalam jangka panjang dan menjadi standar baru industri? Atau justru akan memicu liga lain untuk melakukan hal serupa, sehingga persaingan semakin ketat? Yang jelas, Bundesliga sekali lagi menunjukkan keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman demi memenangkan hati generasi baru penggemar sepak bola.



