Leao ke Galatasaray: Milan Raup Untung Besar, tapi Ada Harga yang Harus Dibayar
Baca dalam 60 detik
- AC Milan melepas Rafael Leao ke Galatasaray dengan nilai transfer โฌ43-45 juta plus bonus, jauh di bawah klausul rilis โฌ100 juta.
- Keputusan Leao menolak tawaran Aston Villa yang lebih rendah secara finansial, baik dari sisi biaya transfer maupun gaji.
- Kesepakatan ini menghasilkan keuntungan bersih sekitar โฌ43,9 juta bagi Milan, termasuk penghematan gaji dan amortisasi.

AC Milan akhirnya mengonfirmasi kepergian Rafael Leao ke Galatasaray dengan nilai transfer yang jauh di bawah ekspektasi awal, namun tetap menghasilkan keuntungan signifikan bagi klub. Kesepakatan ini, yang diperkirakan mencapai โฌ43-45 juta plus add-ons โฌ2 juta, menjadi salah satu transfer terbesar di bursa musim panas ini, meskipun harus melalui negosiasi alot dan penurunan harga yang cukup drastis.
Leao, yang sebelumnya menjadi incaran Aston Villa, memilih Istanbul sebagai pelabuhan barunya. Keputusan ini diambil setelah menolak tawaran dari klub Premier League tersebut yang dinilai kurang menarik, baik dari sisi biaya transfer yang berbentuk pinjaman dengan kewajiban membeli, maupun dari segi gaji. Di Galatasaray, pemain asal Portugal itu dikabarkan akan menerima gaji bersih โฌ12 juta per musim, hampir dua kali lipat dari tawaran Aston Villa yang hanya โฌ7 juta.
Milan sebenarnya sempat memasang target penjualan โฌ50 juta plus bonus, angka yang sudah merupakan penurunan dari klausul rilis Leao yang mencapai lebih dari โฌ100 juta. Namun, dengan kondisi kontrak yang tersisa hingga Juni 2028, klub asal Lombardy itu harus realistis. Meski demikian, dari perspektif finansial, penjualan ini tetap menguntungkan. Mengingat Milan sebelumnya mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Leao, termasuk membayar denda kepada Sporting CP atas sengketa kontrak lamanya, nilai buku Leao saat ini hanya sekitar โฌ11,2 juta.
Dengan asumsi penjualan di kisaran terendah โฌ43 juta, Milan mencatat keuntungan langsung sebesar โฌ31,8 juta. Ditambah penghematan gaji dan amortisasi untuk musim 2026/27 yang diperkirakan mencapai โฌ12,1 juta, total dampak positif bagi kas klub mencapai โฌ43,9 juta. Angka ini belum termasuk potensi keuntungan dari klausul penjualan kembali sebesar 20% yang akan diterima Milan jika suatu saat Galatasaray melepas Leao ke klub lain.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menjadi pelajaran menarik tentang bagaimana klub-klub Eropa mengelola aset pemain. Milan, yang sebelumnya dikenal sebagai klub yang agresif di bursa transfer, kini menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis. Mereka lebih memilih melepas bintangnya dengan harga yang wajar daripada memaksakan harga tinggi dan berisiko kehilangan pemain secara gratis di kemudian hari. Strategi ini bisa menjadi referensi bagi klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan dalam negosiasi transfer pemain.
Di sisi lain, keputusan Leao untuk memilih Galatasaray dibandingkan Aston Villa menunjukkan bahwa faktor finansial masih menjadi pertimbangan utama bagi pemain profesional. Gaji bersih yang hampir dua kali lipat menjadi daya tarik yang sulit ditolak, meskipun level kompetisi Liga Turki mungkin dianggap lebih rendah dibandingkan Premier League. Hal ini juga mencerminkan tren di mana klub-klub di luar lima liga top Eropa mulai mampu bersaing dalam perebutan pemain bintang.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Leao akan beradaptasi dengan gaya permainan Galatasaray dan apakah ia mampu mempertahankan performa terbaiknya. Bagi Milan, dana segar dari penjualan ini diharapkan bisa digunakan untuk memperkuat skuad di posisi lain. Sementara itu, Galatasaray mendapatkan pemain dengan kualitas Eropa yang diharapkan bisa membawa tim meraih sukses di kompetisi domestik maupun Eropa.



