Goncalo Ramos Cetak Gol Perdana di San Siro: Milan Ingin Menang dan Menikmati Sepak Bola
Baca dalam 60 detik
- Ramos mengakhiri puasa golnya untuk Milan dengan lesakan pembuka kemenangan 2-0 atas Venezia di San Siro.
- Pelatih Ruben Amorim mulai membentuk identitas baru Milan yang mengedepankan penguasaan bola dan permainan menyerang.
- Kemenangan ini memperpanjang start sempurna Milan di Serie A, menegaskan ambisi mereka bersaing di papan atas.

Goncalo Ramos akhirnya memecah kebuntuan golnya untuk AC Milan. Penyerang asal Portugal itu mencetak gol pertamanya di San Siro saat Rossoneri menundukkan Venezia 2-0, Minggu (16/2) dini hari WIB. Gol tersebut lahir dari assist Alexis Saelemaekers yang masuk sebagai pemain pengganti, membuktikan kedalaman skuad asuhan Ruben Amorim.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Bagi Milan, ini adalah kelanjutan dari start sempurna mereka di Serie A musim ini. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana tim ini mulai menemukan karakter baru di bawah Amorim. Seperti halnya kemenangan 2-1 atas Torino pekan lalu, Milan kembali kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan hingga akhirnya mengandalkan energi segar dari bangku cadangan.
Ramos, yang sebelumnya membuang sejumlah peluang emas, akhirnya membayar kepercayaan pelatih dengan gol pembuka. "Perasaan luar biasa, tapi yang terpenting adalah menang," ujarnya kepada DAZN Italia. Ia juga mengakui ada sedikit tekanan untuk mencetak gol di depan Curva Sud yang legendaris. "Mungkin itu alasannya! Saya seharusnya bisa mencetak lebih dari satu gol hari ini, tapi kami menang dan itu yang utama."
Di balik kemenangan ini, ada nuansa Portugis yang kental dalam skuad Milan. Amorim, Ramos, dan rekrutan anyar Diego Moreira membawa gaya khas sepak bola Portugal yang mengedepankan penguasaan bola dan keberanian menyerang. "DNA kami jelas di lapangan, mentalitas baru, kami ingin bermain sepak bola dan memenangkan setiap pertandingan, tapi pada saat yang sama kami ingin menikmati permainan ini," tegas Ramos. Ia merasa betah di Milan: "Semua orang membantu saya setiap hari, saya sudah merasa seperti di rumah sendiri."
Yunus Musah, gelandang asal Amerika Serikat, juga menyoroti perubahan positif di bawah Amorim. "Saya merasa sangat baik, tim ini luar biasa dan pelatih memberi kami ide yang jelas di lapangan," katanya. Musah, yang sempat mengalami masa sulit bersama Milan, kini merasa kembali menemukan performa terbaiknya. "Saya punya dua musim yang baik dengan Pioli, Fonseca, Conceicao, ada periode sulit untuk seluruh tim. Sekarang ada pelatih yang percaya pada saya, dan saya juga punya lebih banyak pengalaman."
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan Milan ini menarik untuk disimak. Kehadiran pelatih dan pemain Portugis yang identik dengan gaya menyerang bisa menjadi referensi bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang sedang mengembangkan filosofi permainan modern. Selain itu, performa konsisten Milan di awal musim ini menunjukkan bahwa investasi pada pemain muda dan pelatih inovatif bisa membuahkan hasil, sebuah pelajaran yang relevan bagi pengembangan sepak bola nasional.
Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah Milan mempertahankan konsistensi ini sepanjang musim? Dengan skuad yang masih dalam proses penyempurnaan, ujian sesungguhnya akan datang saat menghadapi tim-tim besar Eropa. Namun, dengan fondasi yang mulai terbentuk, Milan tampaknya siap bersaing di papan atas Serie A dan Eropa.



