Milan Akhirnya Menang di San Siro: Ramos Cetak Gol Perdana, Venezia Tak Berkutik
Baca dalam 60 detik
- Goncalo Ramos memecah kebuntuan dengan gol perdananya untuk AC Milan dalam kemenangan 2-0 atas Venezia di San Siro.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Milan di tengah bursa transfer yang masih bergejolak, dengan beberapa pemain inti yang didepak.
- Hasil ini menegaskan dominasi Milan di kandang dan memberikan tekanan pada Venezia yang masih terpuruk di dasar klasemen Serie A.

AC Milan akhirnya meraih kemenangan perdana di kandang sendiri pada musim ini setelah menundukkan Venezia dengan skor 2-0 di San Siro, Minggu (15/9) dini hari WIB. Gol pertama lahir dari aksi Goncalo Ramos yang mencetak gol perdananya untuk Rossoneri, sementara gol kedua tercipta lewat bunuh diri pemain Venezia, Redouane Halhal. Kemenangan ini tak hanya mengangkat moral tim, tetapi juga menjadi jawaban atas kritik tajam yang dialamatkan kepada pasukan Paulo Fonseca setelah performa inkonsisten di awal musim.
Pertandingan ini menjadi spesial karena merupakan laga kandang pertama Milan musim ini sekaligus ajang penghormatan terakhir untuk legenda klub, Franco Baresi, yang meninggal dunia pada 31 Juli lalu. Sebelum kick-off, seluruh stadion memberikan tepuk tangan meriah dan penghormatan khusus untuk kapten ikonik yang telah mempersembahkan banyak gelar bagi klub. Atmosfer emosional ini tampaknya membakar semangat para pemain Milan yang tampil agresif sejak menit awal.
Pelatih Paulo Fonseca melakukan dua perubahan dari susunan pemain saat mengalahkan Torino 2-1 pekan lalu. Luka Modric dan Davide Bartesaghi dimasukkan ke dalam starting XI, menggantikan Ardon Jashari dan Pervis Estupinan. Sementara itu, Adrien Rabiot dan Christian Pulisic masih belum pulih sepenuhnya setelah membela negaranya di Piala Dunia. Beberapa nama besar seperti Rafael Leao, Samuele Ricci, Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, dan Santiago Gimenez bahkan tidak masuk skuad karena sedang dalam proses negosiasi transfer. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan tifosi, namun performa para pemain pengganti mampu meredam keraguan tersebut.
Sejak awal, Milan mendominasi jalannya pertandingan. Ramos membuang dua peluang emas di babak pertama, termasuk tendangan yang masih melenceng setelah menerima umpan dari Ruben Loftus-Cheek. Kiper Venezia, Filip Stankovic, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan jarak dekat dari Strahinja Pavlovic dan menghalau sundulan Ramos. Namun, kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Alexis Saelemaekers yang baru masuk sebagai pemain pengganti langsung memberikan assist cerdas untuk Ramos yang melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok gawang. Gol ini menjadi penanda kebangkitan penyerang asal Portugal tersebut yang sebelumnya kesulitan mencetak gol.
Venezia yang tampil bertahan sempat memberikan perlawanan, namun mereka kesulitan menembus pertahanan Milan yang dikawal ketat oleh Mike Maignan. Gol kedua Milan tercipta dari skema serangan balik cepat yang lagi-lagi melibatkan Saelemaekers. Umpan terobosannya berhasil diterima oleh Ardon Jashari yang kemudian mencoba melewati kiper. Meski tendangannya berhasil ditepis, bola justru memantul ke tubuh Halhal dan masuk ke gawang. Kemenangan ini membuat Milan naik ke peringkat lima klasemen sementara Serie A dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi para penggemar Milan di Tanah Air yang selama ini menantikan performa terbaik tim kesayangannya. Meski tanpa beberapa pemain bintang, Milan menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: akankah Fonseca mampu mempertahankan konsistensi ini mengingat bursa transfer masih berlangsung dan beberapa pemain kunci bisa hengkang? Jika ya, bukan tidak mungkin Milan akan menjadi pesaing serius di papan atas musim ini.



