Apriyani Rahayu Beradaptasi dengan Peran Baru di Ganda Campuran: Siap Tampil di Pontianak International Challenge 2026
Baca dalam 60 detik
- Apriyani Rahayu menyesuaikan gaya bermainnya untuk sektor ganda campuran, beralih dari peran playmaker di ganda putri menjadi pemain depan.
- Pasangan Apriyani/Dejan Ferdinansyah akan memulai debut turnamen mereka di Polytron Pontianak International Challenge 2026 pada 25-30 Agustus.
- PBSI memberi enam turnamen internasional sebagai masa uji coba bagi duet baru ini sebelum evaluasi kelayakan.

Jelang tampil di Polytron Pontianak International Challenge 2026, Apriyani Rahayu terus mematangkan transisinya ke sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah. Peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 itu mengakui perubahan peran menjadi tantangan terbesar, terutama dalam hal pola permainan dan rotasi di lapangan.
Berbeda dengan saat ia mendominasi di ganda putri sebagai playmaker, di ganda campuran Apriyani dituntut lebih agresif di area depan net. "Adaptasi pola main menjadi fokus utama saya. Dulu saya mengatur serangan dari belakang, sekarang harus lebih banyak bermain di depan," ungkapnya dalam keterangan resmi PBSI, Senin (24/8/2026).
Komunikasi menjadi kunci lain yang terus diasah Apriyani bersama Dejan. Ia menilai karakter Dejan berbeda dari pasangan putri sebelumnya, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih mendalam, baik di dalam maupun luar lapangan. "Kami terus menjaga komunikasi, dan alhamdulillah sejauh ini berjalan baik," tambahnya.
Keputusan PBSI memindahkan Apriyani ke ganda campuran sejak akhir Juni lalu bukan tanpa pertimbangan. Federasi memberikan enam turnamen internasional sebagai masa uji coba bagi pasangan anyar ini. Debut mereka di Taipei Open 2026 berakhir di babak pertama setelah dikalahkan wakil Jepang, Haruki Kawabe/Kokona Ishikawa. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi awal sebelum Pontianak.
Bagi Apriyani, kembali ke ganda campuran bukan hal asing. Ia sempat menekuninya di level junior sebelum akhirnya fokus ke ganda putri. "Waktu junior saya pernah bermain ganda campuran, tapi sudah lama sekali. Ini tantangan baru bagi saya," ujarnya.
Langkah Apriyani ini menjadi sorotan karena ia adalah salah satu pebulu tangkis putri terbaik Indonesia. Perpindahannya ke ganda campuran tidak hanya mengubah dinamika permainannya, tetapi juga membuka peluang baru bagi sektor yang selama ini kurang menonjol. Dengan pengalaman dan jam terbangnya, ia diharapkan bisa membawa dampak positif bagi pasangan mudanya.
Dari sisi strategi, PBSI tampaknya ingin memaksimalkan potensi Apriyani yang masih kompetitif. Dengan bergabungnya ia ke ganda campuran, persaingan internal pun semakin ketat. Ini juga menjadi sinyal bahwa regenerasi di sektor putri berjalan, sambil tetap mempertahankan pemain senior sebagai mentor.
Pertanyaan besarnya, akankah duet Apriyani/Dejan mampu bersaing di level tertinggi? Turnamen di Pontianak akan menjadi ujian nyata pertama setelah Taipei. Jika mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin mereka menjadi andalan baru Indonesia di ajang internasional, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.



