Gasperini Puji Duo Kelas Dunia Roma: Dybala dan Malen Jadi Momok Fiorentina
Baca dalam 60 detik
- Roma membantai Fiorentina 4-0 di Olimpico, dengan Dybala dan Malen mencetak trigol yang memukau.
- Pelatih Gasperini menyebut Dybala dan Malen sebagai pemain kelas dunia, menegaskan proyek Roma semakin matang.
- Kemenangan ini menegaskan ambisi Roma di papan atas Serie A, dengan performa impresif para pemain anyar.

Roma tampil perkasa di Stadio Olimpico dengan menghancurkan Fiorentina 4-0, di mana duet Paulo Dybala dan Donyell Malen menjadi bintang utama lewat trigol yang mereka persembahkan. Pelatih Gian Piero Gasperini tak segan melontarkan pujian setinggi langit kepada kedua pemainnya, menyebut mereka sebagai pemain berkelas dunia yang mampu menentukan jalannya pertandingan.
Dalam konferensi pers usai laga, Gasperini mengungkapkan kekagumannya pada Dybala yang selama ini kerap dihantam cedera. โDybala selalu begitu, hanya saja dia terlalu sering cedera. Yang ini luar biasa, jauh dari anggapan otot sutra yang sempat ramai dibicarakan. Dia bahkan bisa bermain hingga extra time. Musim lalu dia kurang beruntung, cedera saat mengambil tendangan bebas dan penalti,โ ujarnya seperti dikutip TuttoMercatoWeb.
Tak ketinggalan, pelatih asal Italia itu juga memuji performa Malen yang tampil konsisten sejak akhir musim lalu. โMalen luar biasa, tapi ini bukan kebetulan. Dia merasa dihargai dan kuat, dia pemimpin di lapangan dan bisa berkembang lebih jauh. Apa yang dia tunjukkan saat ini luar biasa, dia pasti menemukan lingkungan yang tepat,โ tambah Gasperini.
Kemenangan telak ini tentu menimbulkan pertanyaan: mampukah Roma bersaing di level yang lebih tinggi musim ini? Gasperini dengan rendah hati menjawab, โKamu seperti memutar rekaman rusak,โ katanya sambil tertawa. โSaya setuju dengan performa tim. Saat saya bicara soal 'dimensi', kita harus mengenal lawan dengan baik. Ketika kami paham level permainan tim lain, kami akan punya gambaran yang lebih jelas. Tentang diri kami sendiri, saya sangat senang: ini grup yang luar biasa. Kami membangun fondasi setahun lalu dan menambah kualitas. Sekarang grup ini solid, pendatang baru langsung beradaptasi, dan itu penting.โ
Perhatian khusus juga diberikan Gasperini kepada Rodrigo Mora, pemain muda yang tampil meyakinkan di laga debutnya. โIni pertandingan yang tepat untuknya. Dia perlu meningkatkan beberapa hal, tapi kami sedang melihat bakat. Saat dia menyentuh bola, sesuatu yang indah terjadi. Kami perlu memberinya kontinuitas, tapi dia punya karakteristik itu,โ jelas Gasperini.
Di sisi lain, Manu Kone yang baru kembali dari Piala Dunia meminta diganti setelah mendapat kartu kuning. Gasperini mengakui dirinya sedikit memaksakan pemain tersebut. โSaya sedikit memaksanya. Ada perbedaan kondisi antara mereka yang pergi ke Amerika dan yang tidak, tapi dia melampauinya dengan kemurahan hatinya. Dia bermain sangat baik, dia perlu berlatih dan menemukan kondisinya,โ ungkapnya.
Gasperini juga menyambut positif aturan baru Serie A yang menambah durasi waktu efektif pertandingan. โIndah, fantastis. Saya sangat menyukainya. Penonton diuntungkan, sebelumnya mereka menonton pertandingan yang sangat membosankan dengan kiper lebih sering menyentuh bola daripada pemain lain. Aturan ini sangat bagus, sekarang tidak ada yang berguling-guling di lapangan,โ katanya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kemenangan Roma ini menegaskan bahwa proyek Gasperini mulai menunjukkan hasil. Dengan skuad yang semakin padu dan tambahan kualitas di lini serang, Roma layak diperhitungkan sebagai penantang serius Scudetto. Pertanyaannya, akankah konsistensi ini bertahan hingga akhir musim? Atau justru persaingan ketat Serie A akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Roma?



