Hattrick Malen Bawa Roma ke Puncak, Fiorentina Terpuruk di Dasar Klasemen
Baca dalam 60 detik
- Donyell Malen mencetak tiga gol untuk membawa AS Roma menang telak 4-0 atas Fiorentina di Stadion Olimpico, sekaligus mengantar Roma ke puncak klasemen Serie A.
- Paulo Dybala menjadi kreator utama dengan tiga assist, menunjukkan duet mematikan yang bisa menjadi kunci persaingan scudetto musim ini.
- Kekalahan telak ini membuat Fiorentina terdampar di dasar klasemen, memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan pelatih dan strategi tim.

Donyell Malen menjadi pahlawan kemenangan AS Roma dengan mencetak hattrick yang membawa timnya membantai Fiorentina 4-0 di Stadion Olimpico, Selasa (26/8/2026). Hasil ini langsung mengangkat Roma ke puncak klasemen Serie A, sementara Fiorentina justru terpuruk di dasar klasemen.
Sejak menit awal, Roma tampil dominan. Rodrigo Mora sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh, namun kiper Fiorentina, David de Gea, masih sigap menghalaunya. Fiorentina mencoba merespons melalui Marco Brescianini pada menit ke-12, tetapi Mile Svilar menggagalkan peluang tersebut. Paulo Dybala nyaris membuka keunggulan dua menit kemudian, namun sepakan volinya masih melenceng dari sasaran.
Roma akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-27. Dybala melakukan penetrasi ke kotak penalti sebelum memberikan bola kepada Malen, yang dengan tenang memutar badan dan melepaskan tembakan yang menaklukkan De Gea. Gol ini menjadi pembuka pesta gol Roma.
Memasuki babak kedua, Roma semakin menggila. Tujuh menit setelah jeda, Malen kembali mencatatkan namanya di papan skor. Dybala lagi-lagi menjadi kreator dengan mengirimkan umpan ke sisi kiri, yang kemudian dituntaskan Malen dengan menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan dari sudut sempit. Delapan menit kemudian, Malen melengkapi hattrick-nya setelah menyambut umpan Dybala dari sisi kanan kotak penalti. Roma unggul 3-0 dan pertandingan praktis berakhir.
Fiorentina berusaha memperkecil ketertinggalan, namun upaya Moise Kean pada menit ke-71 masih bisa ditepis Svilar. Roma menutup pesta gol pada menit ke-86 melalui Niccolo Pisilli yang memanfaatkan bola liar di depan gawang untuk mengubah skor menjadi 4-0.
Kemenangan telak ini tentu menjadi sinyal kuat bagi para pengamat sepak bola Italia. Roma tidak hanya tampil efisien di lini depan, tetapi juga solid di lini belakang. Duet Malen-Dybala terlihat semakin padu, dan jika performa ini konsisten, Roma bisa menjadi kandidat serius juara musim ini. Di sisi lain, Fiorentina harus segera berbenah. Kekalahan telak di laga pembuka ini bisa menjadi alarm bagi manajemen untuk mengevaluasi strategi dan komposisi tim.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini juga menarik untuk disimak. Meski tidak ada pemain Indonesia yang berlaga di Serie A, gaya permainan Roma yang atraktif bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Tanah Air yang sedang membangun identitas permainan. Selain itu, performa apik pemain-pemain asing seperti Malen dan Dybala menunjukkan pentingnya investasi pada pemain berkualitas, sebuah pelajaran yang relevan bagi klub-klub Indonesia yang mulai berbenah.
Dengan hasil ini, Roma langsung memimpin klasemen, namun musim masih panjang. Pertanyaannya, akankah Roma mampu mempertahankan konsistensi ini, atau justru Fiorentina yang bangkit dari keterpurukan? Semua akan terjawab seiring berjalannya kompetisi.



