Era Xabi Alonso Dimulai: Chelsea Menang Dramatis 3-2 atas Fulham di Craven Cottage
Baca dalam 60 detik
- Chelsea mengawali kepelatihan Xabi Alonso dengan kemenangan 3-2 atas Fulham, berkat gol cepat Joao Pedro dan aksi Cole Palmer.
- Laga ini menandai debut dua pelatih Spanyol di Premier League, dengan Alonso membawa The Blues naik ke peringkat enam.
- Kemenangan ini menjadi sinyal awal kebangkitan Chelsea setelah musim lalu finis di posisi 10, namun konsistensi masih menjadi ujian.

LONDON โ Chelsea resmi memulai era baru di bawah arahan Xabi Alonso dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham di Craven Cottage, Selasa (26/8) waktu setempat. Gol cepat Joao Pedro pada detik ke-31 menjadi pembuka pesta gol yang berlangsung sengit hingga peluit akhir.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Ini adalah debut kompetitif bagi dua pelatih anyar asal Spanyol: Alonso di kubu Chelsea dan Alvaro Arbeloa di sisi Fulham. Keduanya sama-sama ingin membuktikan diri di panggung Premier League, namun hanya satu yang tersenyum. Kemenangan ini membawa Chelsea melesat ke peringkat enam klasemen sementara dengan tiga poin, sementara Fulham tertahan di posisi 12.
Jalannya pertandingan memperlihatkan intensitas tinggi sejak menit awal. Chelsea yang tampil percaya diri langsung menekan, dan hasilnya datang cepat. Joao Pedro yang menerima umpan terukur dari Cole Palmer sukses menjebol gawang Bernd Leno. Namun Fulham tidak tinggal diam. Tuan rumah merespons dengan tekanan beruntun dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-23 lewat tembakan sudut sempit Joshua King yang menaklukkan Robert Sanchez.
Setelah babak pertama berjalan imbang 1-1, Chelsea kembali unggul melalui Morgan Rogers pada menit ke-41. Memasuki babak kedua, The Blues tampil lebih trengginas. Cole Palmer mencetak gol keduanya musim ini pada menit ke-49 memanfaatkan serangan balik cepat, menjadikan skor 3-1. Fulham sempat memperkecil ketertinggalan lima menit kemudian melalui Gonzalo Garcia, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta meski kedua tim saling jual beli serangan hingga akhir laga.
Bagi pengamat sepak bola Inggris, laga ini menjadi ujian awal bagi filosofi Alonso yang dikenal dengan penguasaan bola dan transisi cepat. Mantan gelandang Liverpool dan Real Madrid itu mewarisi skuad yang musim lalu tampil mengecewakan di peringkat 10. Namun, hasil ini memberi sinyal positif bahwa arah baru Chelsea mulai terbentuk. Di sisi lain, Arbeloa, yang merupakan mantan bek Real Madrid, harus bekerja keras memperbaiki lini belakang Fulham yang kebobolan tiga gol.
Konteks bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menampilkan dua pelatih Spanyol yang sama-sama baru. Gaya bermain yang diusung Alonsoโyang pernah menukangi Bayer Leverkusen dengan permainan menyerangโbisa menjadi referensi bagi klub-klub Asia Tenggara yang ingin mengadopsi pendekatan modern. Selain itu, performa Cole Palmer yang konsisten menjadi sorotan, mengingat ia adalah salah satu pemain muda Inggris yang diharapkan tampil di turnamen internasional.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Chelsea mampu mempertahankan performa ini melawan tim-tim papan atas. Jadwal padat dan tekanan ekspektasi publik London akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Alonso. Sementara itu, Fulham perlu segera berbenah jika tidak ingin terjerembab ke papan bawah. Dengan musim yang masih panjang, dinamika kedua tim akan menarik untuk diikuti.



