Gattuso Menang Debut, Frattesi Jadi Pahlawan Lazio di Kandang Bologna
Baca dalam 60 detik
- Gol cepat Davide Frattesi pada menit ke-49 memastikan kemenangan tipis Lazio atas Bologna di pekan pembuka Serie A.
- Kemenangan ini menjadi debut manis bagi Gennaro Gattuso sebagai pelatih Lazio, sekaligus memperpanjang tren negatif Bologna di bawah Domenico Tedesco.
- Frattesi, yang baru bergabung dengan status pinjaman dari Inter, langsung menunjukkan nilai jualnya dan menjadi sorotan utama laga.

Gol perdana Davide Frattesi bersama Lazio pada laga resmi langsung mengantarkan tim ibu kota meraih tiga poin perdana musim ini. Dalam duel pekan pertama Serie A yang berlangsung di Stadion Dall'Ara, Senin malam WIB, Lazio menaklukkan tuan rumah Bologna dengan skor tipis 1-0. Hasil ini sekaligus menjadi modal berharga bagi pelatih anyar Lazio, Gennaro Gattuso, yang baru pertama kali memimpin tim di kompetisi tertinggi Italia.
Pertandingan ini mempertemukan dua pelatih yang sama-sama memulai era baru. Di kubu tuan rumah, Domenico Tedesco menjalani laga kompetitif pertamanya sebagai pelatih Bologna. Sementara Gattuso, yang ditunjuk menggantikan posisi pelatih sebelumnya, langsung dipercaya membawa Lazio bangkit setelah hasil mengecewakan di ajang Coppa Italia pekan lalu. Meski sempat kalah dari Mantova, Gattuso memilih tidak banyak mengubah susunan pemain, tetap mempercayakan lini serang pada trio Matteo Cancellieri, Boulaye Dia, dan Mattia Zaccagni.
Babak pertama berjalan sengit dan berimbang, meski kualitas peluang masih minim. Statistik menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang, 46 persen berbanding 54 persen untuk Lazio. Tembakan ke arah gawang pun hanya satu untuk masing-masing tim, dan tidak ada yang benar-benar mengancam. Pertandingan sempat memanas dengan lima kartu kuning yang dikeluarkan wasit, bahkan asisten pelatih Bologna harus diusir keluar lapangan karena protes berlebihan.
Peluang terbaik tuan rumah di babak pertama datang dari Nadir Zortea, namun tembakannya melenceng setelah membentur pemain bertahan Lazio. Sementara itu, gol Boulaye Dia dianulir karena posisi offside. Di kubu Lazio, tembakan Zaccagni masih melebar tipis dari gawang, dan upaya Pedraza dari luar kotak penalti terlalu lemah untuk menguji kiper Bologna, Lukasz Skorupski.
Memasuki babak kedua, Lazio meningkatkan intensitas serangan. Kiper mereka, Christos Mandas, yang baru kembali dari masa pinjaman di Bournemouth, tampil gemilang dengan penyelamatan krusial untuk menggagalkan sundulan Jens Odgaard. Momen penting terjadi ketika Gattuso memasukkan Frattesi, gelandang serang yang didatangkan dengan status pinjaman dari Inter Milan. Hanya butuh empat menit bagi pemain timnas Italia itu untuk memecah kebuntuan, memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Dia. Sepakan first-time Frattesi tak mampu dihalau Skorupski.
Bologna mencoba merespons dengan memasukkan pemain-pemain baru, namun penyelesaian akhir mereka masih kurang tenang. Tendangan bebas Federico Bernardeschi sempat mengancam gawang Lazio, tetapi Mandas kembali tampil sebagai penyelamat dengan menepis bola ke tiang gawang. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral besar bagi Lazio. Gattuso, yang dikenal dengan gaya kepelatihan yang tegas dan emosional, berhasil membawa timnya meraih hasil positif di laga perdananya. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Tedesco, yang harus segera membenahi lini depan Bologna yang tampil kurang tajam.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana perubahan pelatih bisa langsung berdampak pada performa tim. Gattuso, yang pernah bermain di AC Milan dan melatih klub-klub besar Eropa, membuktikan bahwa pengalaman dan taktik yang matang mampu mengangkat permainan tim. Pertanyaan selanjutnya, apakah Lazio mampu mempertahankan konsistensi ini di laga-laga berikutnya? Atau justru Bologna akan bangkit dan memperbaiki posisi mereka di klasemen? Musim masih panjang, dan persaingan di Serie A dipastikan akan semakin ketat.



