Hayden Panettiere: Perintah Keamanan untuk Menjauhkan Mantan Kekasih Terungkap
Baca dalam 60 detik
- Aktris Hayden Panettiere dilaporkan memerintahkan tim keamanannya untuk melarang Brian Hickerson hadir dalam tur promosi memoarnya, tiga bulan sebelum ia ditemukan tak sadarkan diri.
- Meski ada larangan tersebut, Brian dan saudaranya berada di lokasi saat Panettiere ditemukan, dan polisi menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
- Kasus kematian Panettiere masih diselidiki, dengan catatan masa lalu hubungannya yang penuh kekerasan menjadi sorotan publik.

Hayden Panettiere, aktris yang dikenal lewat serial Heroes dan Nashville, dilaporkan telah memberikan instruksi tegas kepada tim keamanannya untuk menjauhkan mantan kekasihnya, Brian Hickerson, dari rangkaian acara promosi buku memoarnya. Langkah itu diambil tiga bulan sebelum ia ditemukan tak sadarkan diri di kediamannya di Greenville, Carolina Selatan, pada 16 Agustus lalu.
Menurut laporan The New York Times, tim keamanan Panettiere mendapat perintah jelas untuk mencegah Hickerson mendekat selama tur buku This Is Me: A Reckoning yang terbit pada Mei. Bahkan, toko buku Barnes and Noble di Union Square, New York, yang menjadi lokasi acara perdana, secara khusus diminta untuk tidak mengizinkan masuk seorang pria bernama Brian Hickerson. Acara yang digelar pada 19 Mei itu menjadi momen penting bagi Panettiere untuk membagikan pengalamannya tentang ketenaran di masa kecil, kecanduan, peran sebagai ibu, dan kekerasan dalam rumah tangga.
Langkah pengamanan yang ketat itu mengindikasikan adanya kekhawatiran serius dari pihak Panettiere terhadap kehadiran Hickerson. Namun, ironisnya, ketika Panettiere ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, Brian Hickerson justru berada di lokasi kejadian bersama saudaranya, Zach Hickerson. Laporan polisi mengonfirmasi kehadiran keduanya saat petugas medis tiba. Meski demikian, polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindak kriminal, dan penyebab kematian masih dalam penyelidikan.
Hubungan Panettiere dan Hickerson memang diwarnai dinamika yang rumit. Sejak 2018, keduanya kerap putus-nyambung, dan Hickerson beberapa kali ditangkap atas tuduhan kekerasan domestik. Pada 2020, setelah penangkapan Hickerson atas delapan dakwaan kekerasan, Panettiere mengeluarkan pernyataan berani. Ia mengungkapkan harapannya agar kisahnya dapat memberdayakan korban kekerasan dalam rumah tangga untuk mencari bantuan. "Saya siap melakukan bagian saya untuk memastikan pria ini tidak pernah menyakiti orang lain lagi," ujarnya kala itu, seperti dikutip dalam laporan.
Dalam wawancara dengan People pada 2022, Panettiere menggambarkan masa-masa bersama Hickerson sebagai bagian dari "waktu yang sangat gelap dan rumit" dalam hidupnya. Ia mengaku saat itu ingin hidup tanpa beban dan bertanggung jawab, yang justru membawanya pada keputusan yang merugikan dirinya sendiri. "Saya ingin berpesta, saya ingin melakukan segala hal yang seharusnya tidak saya lakukan. Akting adalah hidup saya, tetapi saya merasa sangat buruk tentang diri saya sendiri sehingga saya kehilangan kepercayaan pada diri saya sendiri," katanya.
Kematian Panettiere meninggalkan banyak pertanyaan, terutama mengingat langkah pengamanan yang ia lakukan sebelumnya. Pengacara Hickerson, Sloan Ellis, meminta publik untuk menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung. "Kematian Hayden masih dalam penyelidikan dan penting untuk membiarkan proses itu berjalan. Seperti yang telah dilaporkan, polisi mengonfirmasi tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujarnya.
Kisah Panettiere menyoroti isu kekerasan dalam rumah tangga yang masih menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya dukungan bagi korban, kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan sering kali terjadi di balik pintu tertutup. Pertanyaan yang menggantung: apakah langkah pengamanan yang dilakukan Panettiere cukup untuk melindunginya, dan apa yang sebenarnya terjadi di hari-hari terakhirnya? Publik menanti jawaban dari penyelidikan yang masih berjalan.



