Grosso Akui Fiorentina Jauh dari Sempurna Usai Dipermalukan Roma: Kualitas Saja Tak Cukup di Serie A
Baca dalam 60 detik
- Debut Fabio Grosso sebagai pelatih Fiorentina di Serie A berakhir dengan kekalahan telak 0-4 dari AS Roma di Stadio Olimpico.
- Grosso membela keputusan mencadangkan Moise Kean, dengan alasan kebutuhan taktis untuk duel fisik melawan Roma.
- Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa Fiorentina harus bekerja keras dan tampil kompak untuk bersaing di liga yang kompetitif ini.

Laga perdana Fabio Grosso sebagai pelatih Fiorentina di Serie A berubah menjadi mimpi buruk. Timnya dihancurkan AS Roma dengan skor telak 0-4 di Stadio Olimpico, Minggu (16/2) malam WIB. Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi La Viola yang tengah berusaha bangkit di bawah arahan pelatih baru, sekaligus memunculkan pertanyaan besar tentang kesiapan tim menghadapi kompetisi ketat Italia.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Grosso tidak menampik bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia mengakui kualitas lawan yang tampil solid, namun juga menyalahkan timnya sendiri yang terlalu mudah kebobolan. โKami menghadapi tim kuat yang tampil di level yang sama seperti musim lalu. Saya sudah tahu kesulitan akan datang,โ ujarnya, seperti dikutip TuttoMercatoWeb. Gol pertama Roma, menurutnya, lahir dari situasi yang mencurigakan, sementara gol kedua datang di saat Fiorentina justru sedang berada di momen terbaik mereka.
Keputusan Grosso untuk tidak memainkan Moise Kean sejak menit awal menjadi sorotan. Penyerang andalan yang tengah dikaitkan dengan kepindahan ke Como itu memilih duduk di bangku cadangan. Grosso menjelaskan bahwa dalam pertandingan seperti ini, ia membutuhkan pemain yang mau berjuang keras. โDengan Kean, saya membayangkan pertandingan yang harus kotor. Kami bisa memainkan dua striker, tapi itu akan mengubah bentuk tim terlalu jauh. Saya lebih memilih Mateo yang berjuang, dan di babak kedua saya ingin mengandalkan kualitas Kean. Saat saya bersiap melakukan pergantian, kami justru kebobolan,โ jelas pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Meski begitu, Grosso memberikan pujian atas profesionalisme Kean di tengah isu transfer yang menguar. โSaya memuji dia karena tetap fokus bekerja meski ada rumor transfer,โ katanya. Sikap ini menunjukkan bahwa Grosso menghargai komitmen pemainnya, meski keputusan taktisnya mungkin dipertanyakan sebagian pendukung.
Grosso menegaskan bahwa kualitas individu saja tidak cukup untuk bersaing di Serie A. โUntuk bersaing di liga ini, kualitas saja tidak cukup. Anda juga butuh intensitas dan kemampuan untuk menahan serangan lawan. Kami seharusnya bisa menghindari semua gol itu,โ tegasnya. Ia juga menyoroti bahwa timnya hanya menunjukkan permainan bagus secara sporadis dan individual, tetapi belum kompak. โKami melakukan hal-hal baik secara sporadis dan individual. Untuk menembus liga ini, kami harus melakukannya bersama-sama. Pertandingan memiliki banyak fase, Anda harus bertahan di dalamnya dan tidak menyerahkannya kepada lawan. Kebobolan gol keempat atau tidak, itu bukan hal yang sama,โ tambahnya.
Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Fiorentina yang musim ini berharap bisa bersaing di papan atas. Dengan gaya bermain yang masih mencari bentuk, Grosso mengakui bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu. โIni semua adalah pengalaman bagi kami. Kami perlu saling mengenal, tapi kami punya kualitas untuk membangun apa yang kami inginkan. Kami yakin akan membangun tim yang kuat dan bisa menghasilkan pertandingan yang sangat berbeda dari hari ini,โ ujarnya penuh optimisme.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kekalahan ini juga menjadi ujian bagi Grosso yang sebelumnya sukses membawa Frosinone promosi ke Serie A. Pertanyaan besarnya adalah: apakah ia mampu mengulang kesuksesan tersebut di klub sebesar Fiorentina dengan tekanan yang jauh lebih tinggi? Sementara itu, kabar transfer Kean yang santer dikaitkan dengan Como menambah dinamika tersendiri. Jika Kean hengkang, Fiorentina kehilangan salah satu aset berharga mereka di lini depan. Namun, Grosso tampaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan, dan lebih fokus pada pembenahan tim secara keseluruhan.
Liga Italia musim ini semakin kompetitif dengan munculnya tim-tim seperti Atalanta dan Napoli yang tampil konsisten. Fiorentina, yang musim lalu finis di peringkat delapan, jelas ingin memperbaiki posisi mereka. Namun, dengan performa yang belum stabil, perjalanan mereka masih panjang. Apakah Grosso mampu membawa angin segar bagi La Viola? Atau justru kekalahan ini menjadi awal dari musim yang mengecewakan? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi yang jelas, Fiorentina harus segera berbenah jika tidak ingin tertinggal jauh dari persaingan.



