Drama St James' Park: Liverpool Curi Poin di Menit Akhir, Tribut untuk Keegan Mewarnai Laga
Baca dalam 60 detik
- Liverpool menyamakan kedudukan 2-2 lewat penalti Szoboszlai di masa injury time, membuyarkan kemenangan Newcastle yang sudah di depan mata.
- Pertandingan menjadi ajang penghormatan untuk Kevin Keegan, legenda kedua klub, dengan kehadiran deretan nama besar seperti Shearer dan Dalglish.
- Hasil ini menegaskan rivalitas sengit kedua tim dan memberi sinyal awal musim yang kompetitif di Premier League.

Laga pekan pembuka Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Minggu (23/8), berakhir dengan skor 2-2 setelah Dominik Szoboszlai mencetak gol penalti pada menit akhir injury time. Hasil ini tidak hanya menyajikan drama menegangkan, tetapi juga menjadi panggung penghormatan bagi Kevin Keegan, legenda yang pernah membesarkan kedua klub, yang wafat pada Juli lalu di usia 75 tahun.
Sepanjang pertandingan, nyanyian nama Keegan menggema dari tribun penonton. Keegan adalah sosok sentral dalam sejarah kedua tim: sebagai striker produktif di Liverpool pada era 1970-an, kemudian sebagai pemain dan manajer yang membawa Newcastle kembali ke papan atas Inggris. Tribun VIP dipenuhi wajah-wajah familiar: Alan Shearer, Les Ferdinand, Peter Beardsley, hingga Faustino Asprilla yang tampil dengan topi khasnya. Kenny Dalglish, yang menggantikan Keegan di Liverpool pada 1977, juga hadir memberikan penghormatan.
Jalannya pertandingan sendiri berlangsung sengit. Newcastle membuka keunggulan cepat lewat Anthony Elanga pada menit kelima, memanfaatkan serangan balik tajam. Liverpool baru bisa menyamakan kedudukan pada awal babak kedua melalui Cody Gakpo, yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Joe Willock, yang masuk sebagai pemain pengganti, sempat membawa Newcastle kembali unggul dengan gol indah, namun keunggulan itu sirna setelah Lewis Hall melakukan pelanggaran di kotak terlarang pada masa injury time.
Menariknya, banyak yang mengira Alexander Isak, yang kembali ke St James' Park untuk pertama kalinya sejak pindah ke Anfield, akan menjadi eksekutor penalti. Namun, Szoboszlai yang mengambil alih dan berhasil mengonversinya menjadi gol. Keputusan ini menunjukkan kedalaman skuat Liverpool dan mentalitas pantang menyerah yang menjadi ciri khas mereka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini memberikan gambaran tentang ketatnya persaingan di papan atas Inggris. Newcastle, dengan dukungan finansial besar, terus menunjukkan progres signifikan, sementara Liverpool tetap menjadi kandidat kuat perebut gelar. Hasil imbang ini juga menggarisbawahi bahwa tidak ada tim yang aman sampai peluit akhir berbunyi, sebuah pelajaran berharga yang sering kali relevan dengan dinamika kompetisi domestik di Indonesia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Newcastle mampu mempertahankan konsistensi performa seperti ini sepanjang musim, dan bagaimana Liverpool akan mengelola ekspektasi tinggi setelah kehilangan beberapa pemain kunci di bursa transfer. Satu hal yang pasti, Premier League musim ini kembali menjanjikan drama dan kejutan di setiap pekannya.



