Debut Impresif Ferran Torres Selamatkan PSG dari Kekalahan di Kandang Rennes
Baca dalam 60 detik
- PSG nyaris tumbang di laga perdana Ligue 1 setelah tertinggal dua gol di babak pertama, namun bangkit berkat dwigol pemain anyar Ferran Torres.
- Dua assist Fabian Ruiz menjadi kunci kebangkitan Les Parisiens, menunjukkan kedalaman skuad asuhan Luis Enrique.
- Hasil imbang ini menjadi sinyal awal persaingan ketat Ligue 1 musim ini, di mana tim-tim papan tengah seperti Rennes tak lagi mudah ditaklukkan.

Paris Saint-Germain nyaris memulai musim Ligue 1 dengan kekalahan memalukan. Bertandang ke Roazhon Park, markas Stade Rennais, Minggu (23/8) malam WIB, tim asuhan Luis Enrique tertinggal dua gol lebih dulu sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2. Drama comeback ini tak lepas dari penampilan gemilang pemain pengganti, Ferran Torres, yang mencetak dwigol pada laga debutnya bersama Les Parisiens.
Rennes tampil mengejutkan sejak menit awal. Gol cepat Sebastian Szymanski pada menit kesembilan memanfaatkan tembakan yang membentur tiang gawang membuat tuan rumah unggul. Keunggulan itu berlipat ganda jelang turun minum ketika Esteban Lepaul, top skor Ligue 1 musim lalu, menyambar umpan silang Przemyslaw Frankowski. PSG tampak kehilangan ritme dan kesulitan menembus pertahanan rapat tuan rumah.
Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan intensitas serangan. Namun, upaya Desire Doue untuk menyamakan kedudukan dianulir karena posisi offside. Pelatih Luis Enrique kemudian memasukkan Ferran Torres, yang baru bergabung dari Barcelona, sebagai amunisi tambahan. Keputusan itu terbukti tepat. Pada menit ke-71, Torres lolos dari jebakan offside dan menuntaskan umpan Fabian Ruiz untuk memperkecil ketertinggalan.
Gol tersebut membangkitkan semangat PSG. Tujuh menit berselang, Torres kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Rennes. Menerima umpan silang Ruiz dari sisi kiri, pemain asal Spanyol itu dengan tenang menceploskan bola ke gawang. Skor berubah 2-2 dan PSG nyaris mencetak gol kemenangan di sisa waktu yang ada, namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan.
Hasil ini menjadi sorotan karena PSG, yang biasanya dominan di Ligue 1, harus berjuang keras melawan tim yang musim lalu finis di papan tengah. Bagi Rennes, hasil imbang ini terasa seperti kemenangan moral. Mereka menunjukkan bahwa persaingan di liga musim ini akan lebih ketat, dengan tim-tim non-unggulan berani tampil menekan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena memperlihatkan bagaimana strategi rotasi pemain dan kedalaman skuad menjadi kunci di kompetisi yang panjang. PSG, yang kerap dianggap sebagai tim super, membuktikan bahwa kualitas individu tetap membutuhkan dukungan taktik yang matang. Sementara itu, performa Ferran Torres yang langsung moncer di laga debutnya menjadi sinyal positif bagi para penggemar yang menantikan aksinya di Liga Champions.
Ke depannya, Luis Enrique perlu mengevaluasi lini pertahanan yang tampak rapuh, terutama dalam menghadapi serangan balik cepat. Pertanyaan besarnya, akankah PSG segera menemukan konsistensi atau justru akan terus bergantung pada momen-momen individu seperti yang ditunjukkan Torres? Laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi mereka mempertahankan gelar.



