Rekor Penarikan 4 Juta Mobil di China: Gagang Pintu Tersembunyi Tesla Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- China menarik hampir 3 juta Tesla buatan lokal karena gagang pintu tersembunyi sulit dioperasikan saat darurat.
- Regulasi baru China mulai 2027 mewajibkan tuas mekanis di dalam dan luar pintu, mengakhiri tren desain minimalis.
- Kasus ini memicu perdebatan global tentang keselamatan desain EV, termasuk potensi dampak pada pasar Indonesia.

Penarikan massal terbesar dalam sejarah otomotif China kini berpusat pada fitur yang sempat menjadi ikon mobil listrik: gagang pintu tersembunyi. Lebih dari empat juta kendaraan dari berbagai merek, termasuk 2,98 juta unit Tesla yang diproduksi di dalam negeri, ditarik kembali karena risiko keselamatan yang terkait dengan desain gagang pintu yang sulit dijangkau dalam situasi darurat.
Langkah ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa gagang pintu yang rata dengan bodi mobil sulit ditemukan dan dibuka saat terjadi kecelakaan, terutama ketika sistem kelistrikan kendaraan mati. Dua kecelakaan fatal yang melibatkan mobil listrik Xiaomi di China menjadi pemicu utama, di mana dugaan kegagalan daya menghalangi penumpang untuk keluar dari kendaraan.
Tesla, yang mempopulerkan desain gagang pintu tersembunyi melalui Model S, mengakui bahwa pada beberapa model, warna gagang pintu yang menyatu dengan trim interior membuatnya sulit dikenali. Perusahaan akan memasang label peringatan dan memperbarui perangkat lunak agar jendela mobil otomatis turun setelah tabrakan, sebagai upaya memudahkan evakuasi.
Penarikan ini tidak hanya menyentuh Tesla. Produsen mobil China seperti XPeng, Xiaomi, dan Geely juga terkena imbasnya. Langkah ini menjadi sinyal keras bagi industri otomotif global yang selama ini mengadopsi desain minimalis tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan secara mendalam.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pelajaran berharga. Pasar otomotif Tanah Air tengah bertransisi menuju kendaraan listrik, dengan berbagai merek asal China mulai meramaikan pasar. Jika regulasi keselamatan di Indonesia tidak diperketat, konsumen berisiko menghadapi masalah serupa. Badan Kebijakan Transportasi dan Kementerian Perhubungan perlu mengkaji ulang standar keselamatan kendaraan listrik, terutama terkait desain gagang pintu dan sistem kelistrikan darurat.
Di Amerika Serikat, regulator keselamatan lalu lintas (NHTSA) juga telah menyelidiki keluhan gagang pintu Tesla yang macet, bahkan ada laporan anak-anak terjebak di dalam mobil. NHTSA bahkan mengusulkan standar keselamatan baru untuk semua produsen mobil. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya isu lokal China, melainkan tantangan global yang menuntut respons serius dari seluruh industri.
Ke depannya, pertanyaan besar yang menggantung adalah apakah produsen mobil akan menarik kembali kendaraan mereka di pasar lain, termasuk Indonesia. Jika tidak, konsumen di negara-negara berkembang mungkin menjadi korban kelalaian desain yang sama. Apakah regulator Indonesia akan mengambil langkah proaktif sebelum terjadi kecelakaan, atau menunggu insiden terlebih dahulu?



