Gempa NTT: Rumah Warga Golo Lanak Roboh, Warga Mengungsi di Tenda Darurat
Baca dalam 60 detik
- Gempa berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, NTT, menyebabkan puluhan rumah rusak dan warga mengungsi.
- Akses bantuan terkendala medan sulit dan infrastruktur rusak, memperlambat proses evakuasi dan distribusi logistik.
- Pemerintah daerah dan BPBD berupaya mempercepat penanganan, namun kebutuhan hunian sementara dan perbaikan rumah menjadi prioritas jangka pendek.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 yang mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (18/6) pagi, merobohkan puluhan rumah warga di Desa Golo Lanak. Guncangan yang berlangsung sekitar 10 detik itu memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat aman, sementara tim gabungan masih melakukan pendataan dan evakuasi di lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur, sedikitnya 45 unit rumah rusak berat, 30 rusak sedang, dan puluhan lainnya rusak ringan. Kerusakan terparah terjadi di Dusun Wae Sambi dan Golo Riong, dua wilayah yang berada di lereng perbukitan dengan kontur tanah labil. Kepala BPBD setempat, Petrus Jemaru, menyebutkan bahwa guncangan juga memicu longsor kecil di sejumlah titik, menutup akses jalan menuju desa tersebut.
Warga yang rumahnya roboh terpaksa mengungsi di tenda darurat yang didirikan di lapangan desa. Mereka mengeluhkan kurangnya terpal, selimut, dan makanan siap saji. Salah seorang warga, Maria Ina, mengaku kehilangan tempat tinggal dan hanya bisa menyelamatkan dokumen penting. "Kami butuh bantuan secepatnya, terutama tenda dan makanan," ujarnya saat ditemui di lokasi pengungsian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. "Kedalaman hiposenternya hanya 10 kilometer, sehingga getarannya terasa kuat dan merusak," katanya dalam keterangan resmi. BNPB juga mengingatkan potensi gempa susulan yang bisa memperparah kondisi bangunan yang sudah retak.
- Magnitudo gempa: 5,2 SR, kedalaman 10 km
- Rumah rusak berat: 45 unit; rusak sedang: 30 unit
- Warga mengungsi: lebih dari 300 jiwa
- Akses jalan tertutup longsor di 3 titik
Konteks Indonesia: Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa NTT berada di zona seismik aktif yang dikelilingi oleh beberapa sesar darat, seperti Sesar Wae Sano dan Sesar Manggarai. Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam lima tahun terakhir tercatat lebih dari 200 gempa dengan magnitudo di atas 4 yang mengguncang wilayah ini. Namun, tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan kualitas bangunan masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di daerah pedesaan yang aksesnya sulit.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Langkah ini diambil untuk mempermudah mobilisasi sumber daya dan percepatan penyaluran bantuan. Sementara itu, Dinas Sosial setempat berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menyiapkan dukungan psikososial bagi warga, terutama anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa.
Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih terus melakukan pencarian dan pertolongan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan. Evakuasi warga yang rumahnya berada di zona rawan longsor juga sedang diupayakan untuk mencegah korban tambahan.
Ke depan, pertanyaan besar yang menggantung adalah bagaimana pemerintah pusat dan daerah akan memperkuat infrastruktur tahan gempa di wilayah timur Indonesia. Apakah tragedi ini akan menjadi momentum untuk membangun kembali dengan standar yang lebih baik, atau justru kembali terulang pola penanganan yang reaktif? Warga Golo Lanak hanya bisa berharap bantuan segera tiba dan kehidupan mereka dapat pulih kembali.



