Affin Group dan Baiduri Bank Perluas Kolaborasi Perbankan Lintas Batas Malaysia-Brunei
Baca dalam 60 detik
- Affin Group dan Baiduri Bank menandatangani nota kesepahaman untuk memperdalam konektivitas perbankan antara Malaysia dan Brunei, membuka koridor finansial baru bagi pelaku bisnis di kedua negara.
- Kerja sama ini mencakup perbankan komersial, ritel, pembiayaan, trade finance, treasury, serta layanan investasi, sejalan dengan meningkatnya nilai perdagangan bilateral yang mencapai RM5,8 miliar pada 2025.
- Langkah ini diproyeksikan memperkuat integrasi ekonomi di kawasan Borneo dan menjadi fondasi bagi ekspansi bisnis lintas batas, termasuk menjelang Visit Brunei Year 2027.

Dua institusi keuangan terkemuka di Asia Tenggara, Affin Group dari Malaysia dan Baiduri Bank dari Brunei, resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Bandar Seri Begawan. Langkah ini dirancang untuk memperluas akses layanan perbankan bagi nasabah di kedua negara sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan yang saling berbatasan tersebut.
Kemitraan ini memadukan kapabilitas perbankan Affin yang luas di Malaysia dengan penguasaan pasar domestik Brunei yang dimiliki Baiduri Bank. Dengan demikian, tercipta koridor finansial yang lebih langsung bagi perusahaan yang ingin berekspansi, berinvestasi, atau menjalankan aktivitas perdagangan lintas batas. Ruang lingkup kolaborasi mencakup perbankan komersial dan ritel, pembiayaan, trade finance, treasury, hingga layanan investasi seperti investment banking, stockbroking, manajemen aset, dan reksa dana.
Langkah ini diambil di tengah menguatnya hubungan ekonomi kedua negara tetangga di ASEAN. Data menunjukkan nilai perdagangan bilateral mencapai RM5,8 miliar pada 2025, dan pada paruh pertama 2026 saja sudah tercatat RM2,4 miliar. Angka tersebut menggarisbawahi potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap, terutama di sektor energi, konektivitas, pertanian, pariwisata, dan ekonomi halal. Pemerintah kedua negara juga tengah mendorong integrasi ekonomi yang lebih erat antara Brunei, Sabah, dan Sarawak, yang akan semakin membuka peluang komersial di wilayah Borneo.
Presiden dan Group Chief Executive Officer Affin Group, Datuk Wan Razly Abdullah, menilai kerja sama ini sebagai platform untuk memperluas konektivitas lintas batas dan menghubungkan nasabah dengan peluang baru. Ia menyoroti bahwa Affin membawa kekuatan di perbankan konvensional dan syariah, investment banking, manajemen aset, serta wealth management dalam satu atap. Kombinasi dengan waralaba Baiduri Bank yang mapan di Brunei dinilai mampu menjawab kebutuhan pembiayaan, investasi, dan pengelolaan kekayaan nasabah secara lebih menyeluruh.
Senada, CEO Baiduri Bank, Ti Eng Hui, menyatakan bahwa hubungan ekonomi dan sosial antara Brunei dan Malaysia sudah sangat erat. Dengan semakin terbukanya peluang di Malaysia, khususnya di Borneo, kedua institusi berada di posisi strategis untuk memperkuat koneksi tersebut dan menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha di kedua pasar. Pernyataan ini mencerminkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan kawasan yang didukung oleh inisiatif seperti Visit Brunei Year 2027.
Bagi Indonesia, kerja sama ini menjadi sinyal positif bagi integrasi keuangan di kawasan ASEAN. Meski tidak melibatkan bank Indonesia secara langsung, langkah ini menunjukkan tren peningkatan kolaborasi lintas batas yang dapat menjadi referensi bagi perbankan nasional. Selain itu, penguatan konektivitas di Borneo berpotensi menciptakan spillover ekonomi yang menguntungkan bagi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei.
Ke depan, keberhasilan kemitraan ini akan diuji oleh kemampuan kedua bank dalam mengimplementasikan sinergi operasional dan mengatasi hambatan regulasi. Pertanyaan yang muncul: apakah model kolaborasi seperti ini akan diadopsi oleh institusi keuangan lain di kawasan untuk mempercepat integrasi ekonomi ASEAN? Jawabannya akan menentukan seberapa cepat kawasan ini mampu membangun ekosistem keuangan yang lebih terhubung dan inklusif.



