Jaissle Mulai Rekonstruksi Newcastle dengan Kemenangan atas Valencia, Elanga Dikhawatirkan Cedera
Baca dalam 60 detik
- Pelatih anyar Newcastle, Matthias Jaissle, mengawali kiprahnya dengan kemenangan 2-1 atas Valencia dalam laga uji coba, meski sempat tertinggal lebih dulu.
- Kekhawatiran cedera Anthony Elanga setelah ditarik keluar dengan tandu mereda setelah pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada masalah serius.
- Dengan ditinggal sejumlah pemain kunci, Jaissle kini mengandalkan pemain muda dan menargetkan pembangunan tim jangka panjang menjelang laga perdana Premier League melawan Liverpool.

Matthias Jaissle resmi memulai era kepelatihannya di Newcastle United dengan kemenangan tipis 2-1 atas Valencia dalam laga persahabatan pramusim di Stadion Mestalla, Sabtu (9/8). Meski baru tiga hari menjabat, pelatih asal Jerman itu langsung dihadapkan pada ujian karakter timnya yang sempat tertinggal lebih dahulu sebelum akhirnya bangkit di babak kedua.
Gol cepat Filip Ugrinic pada menit keempat sempat membuat Newcastle kelabakan. Namun, pergantian pemain di babak kedua menjadi titik balik. Yoane Wissa, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan. Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga, tetapi Jaissle menahan euforia. โIni baru laga uji coba. Kami tidak akan merayakan berlebihan di ruang ganti,โ ujarnya kepada awak media, menegaskan bahwa proses pembangunan tim masih panjang.
Kemenangan tersebut ternoda oleh insiden yang melibatkan rekrutan anyar, Anthony Elanga. Winger asal Swedia itu harus ditarik keluar dengan tandu setelah ditekel keras bek Valencia, Jose Gaya, yang berujung kartu merah. Namun, kabar baiknya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan cedera Elanga tidak serius. Jaissle mengaku sempat cemas, tetapi kini lega setelah tim medis memberi lampu hijau. โSaya tadinya khawatir, tapi sekarang lebih tenang karena hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada masalah berarti,โ katanya.
Laga ini menjadi ajang debut bagi beberapa pemain muda Newcastle, seperti kiper Lukas Hornicek, gelandang Aladji Bamba, dan winger Bazoumana Toure. Sean Steur, yang masih berusia 18 tahun, juga tampil menawan saat dimasukkan di babak kedua. Langkah ini mencerminkan strategi Jaissle yang mulai merombak skuad setelah ditinggal sejumlah pilar seperti Bruno Guimaraes, Sandro Tonali, dan Anthony Gordon. โKunci utamanya adalah waktu. Mereka masih muda, dan kami di sini untuk membantu mereka berkembang,โ tutur Jaissle.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Newcastle ini menarik untuk disimak. Kebijakan merekrut pelatih muda seperti Jaissle dan memberikan kepercayaan kepada pemain-pemain belia bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub di Liga 1 yang kerap mengandalkan pemain asing senior. Fenomena ini juga sejalan dengan tren global yang mulai melirik talenta muda sebagai investasi jangka panjang, sesuatu yang mulai diadopsi oleh beberapa klub Indonesia meski masih dalam skala terbatas.
Jaissle, yang sebelumnya menukangi Red Bull Salzburg, dikenal sebagai pelatih yang berani mempromosikan pemain akademi. Kini, ia membawa filosofi tersebut ke Newcastle yang tengah dalam masa transisi. Pertanyaan besarnya, akankah keberaniannya memainkan pemain muda mampu bersaing di Premier League yang keras? Laga melawan Liverpool pada 23 Agustus nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi racikan Jaissle.



