FIFA Peringatkan Upaya Sistematis Melemahkan Infantino di Tengah Krisis Kepemimpinan
Baca dalam 60 detik
- FIFA mengecam keras manuver terselubung yang dinilai berusaha menggoyang posisi Presiden Gianni Infantino, menegaskan segala upaya harus melalui prosedur demokratis yang berlaku.
- Rencana pendanaan senilai $4,2 miliar yang gagal memicu perpecahan internal, dengan UEFA dan sejumlah federasi Eropa menarik dukungan, sementara blok Afrika dan Amerika Selatan tetap solid.
- Menjelang Kongres FIFA Maret mendatang, pertarungan kekuasaan ini berpotensi memengaruhi arah kebijakan sepak bola global, termasuk posisi Indonesia di pentas internasional.

FIFA secara terbuka memperingatkan adanya "upaya terkoordinasi dan berkelanjutan" yang bertujuan melemahkan kepemimpinan Presiden Gianni Infantino. Dalam pernyataan resminya, badan sepak bola dunia itu menegaskan bahwa setiap langkah untuk menantang otoritas Infantino harus tunduk pada statuta dan prosedur demokratis yang telah disepakati bersama.
Peringatan ini muncul di tengah memanasnya perseteruan internal pasca gagalnya rencana Infantino menggalang dana sekitar US$4,2 miliar dengan menjual sebagian hak komersial Piala Dunia dan turnamen lainnya. Rencana yang semula digadang-gadang sebagai solusi finansial itu justru menuai kritik tajam dari UEFA, sejumlah asosiasi nasional, dan pejabat senior FIFA, bahkan memicu tuntutan agar Infantino mundur.
Meski demikian, FIFA tidak menyebut secara spesifik pihak-pihak yang dituding berada di balik upaya tersebut, maupun laporan atau tuduhan yang dimaksud. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pertahanan diri di tengah gencarnya pemberitaan yang dianggap tidak berdasar.
Pernyataan FIFA tersebut menyusul laporan The Daily Telegraph mengenai dugaan pembayaran yang dilakukan UEFA kepada mantan karyawannya pada masa Infantino menjabat sebagai sekretaris jenderal. Infantino membantah keras tuduhan itu, dan FIFA menyebutnya sebagai informasi keliru yang tidak memiliki dasar kuat.
Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa pihak yang tidak memiliki dukungan dari asosiasi anggota tidak seharusnya mencari jalan melalui tuduhan, sindiran, atau informasi menyesatkan. "Mereka seharusnya menempuh proses demokratis yang telah ditetapkan," tegas FIFA. Organisasi ini juga berjanji akan melawan laporan yang tidak akurat secara langsung dan tegas.
Krisis ini semakin nyata setelah pertemuan darurat di Maroko pekan lalu, di mana FIFA menyampaikan permintaan maaf kepada 211 asosiasi anggotanya atas kesalahan penanganan proposal pendanaan tersebut. Meski demikian, kepemimpinan FIFA menegaskan kembali dukungan penuh terhadap Infantino, yang dinilai masih memiliki mandat demokratis.
Di sisi lain, UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap Infantino. Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, bahkan menyerukan pengunduran diri Infantino, dengan alasan ia tidak lagi memiliki kepercayaan institusional yang diperlukan untuk memimpin FIFA. Namun, dukungan kuat justru datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang secara bulat mendukung Infantino, serta CONMEBOL yang menolak upaya penggulingan tanpa melalui voting seluruh anggota FIFA.
Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) juga menyatakan dukungannya, meskipun konfederasi regionalnya, CONCACAF, menyerukan "pertanggungjawaban menyeluruh" atas kepemimpinan Infantino. FMF menegaskan tidak akan mengakui atau menyetujui proses yang dilakukan di luar kerangka institusional yang berlaku.
Bagi Indonesia, dinamika ini menarik untuk dicermati. Sebagai salah satu dari 211 anggota FIFA, suara Indonesia dalam Kongres mendatang akan menjadi penentu arah kepemimpinan global. Dengan dukungan yang terbelah antara kubu Eropa dan blok Afrika-Amerika Selatan, posisi negara-negara berkembang seperti Indonesia menjadi sangat strategis. Pertanyaannya, akankah Indonesia tetap berada di belakang Infantino atau justru ikut dalam arus perubahan yang digaungkan UEFA? Keputusan ini tidak hanya akan memengaruhi hubungan bilateral dengan FIFA, tetapi juga potensi investasi dan pengembangan sepak bola nasional di masa depan.



