Ruang Hijau Baru 1,3 Hektare di Kelapa Gading: Target Rampung Oktober 2026
Baca dalam 60 detik
- Pemkot Jakarta Utara membangun Taman Bukit Gading seluas 1,3 hektare di Kelapa Gading, ditargetkan selesai Oktober 2026.
- Progres pembangunan telah mencapai 35 persen, dengan fasilitas jogging track 505 meter, area bermain, dan shelter.
- Proyek ini melibatkan program padat karya, menjadi alternatif ruang publik baru di tengah kepadatan Jakarta.

Pemerintah Kota Jakarta Utara tengah membangun ruang terbuka hijau (RTH) baru seluas 1,3 hektare di kawasan Kelapa Gading, tepatnya di Jalan Bukit Gading Raya I, Kelurahan Kelapa Gading Barat. Taman yang diberi nama Taman Bukit Gading ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026, atau sekitar 120 hari sejak pengerjaan dimulai. Progresnya sendiri telah mencapai 35 persen, memasuki minggu kedelapan, seperti diungkapkan Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara, Reina Camelia, Minggu (10/8).
Kehadiran taman ini bukan sekadar menambah luas RTH, tetapi juga menjawab kebutuhan warga Jakarta akan ruang publik yang sehat dan layak. Di tengah kepadatan hunian dan minimnya area terbuka, taman ini dirancang untuk mengakomodasi aktivitas olahraga dan rekreasi keluarga. Fasilitas yang disiapkan meliputi jogging track sepanjang 505 meter, area bermain anak, serta bangunan serbaguna atau shelter yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan komunitas.
Reina menegaskan bahwa konsep utama taman ini adalah menciptakan ruang publik yang nyaman, hijau, dan ramah bagi semua kalangan. "Hadirnya taman ini, masyarakat memiliki pilihan ruang publik yang nyaman untuk berolahraga, berjalan santai, bermain bersama anak, maupun menikmati suasana hijau di tengah kawasan perkotaan," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga dan memperluas akses warga terhadap ruang terbuka, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hidup di ibu kota.
Proyek ini juga menjadi bagian dari Program Padat Karya Pemprov DKI Jakarta. Sejumlah tenaga kerja lokal dilibatkan dalam proses pembangunan, memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur hijau tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pemberdayaan ekonomi warga.
Keberadaan Taman Bukit Gading diharapkan menjadi alternatif sarana olahraga bagi warga Kelapa Gading, yang selama ini mengandalkan jogging track di Kelapa Gading Boulevard. Dengan tambahan ruang publik ini, warga memiliki lebih banyak pilihan untuk beraktivitas fisik dan bersosialisasi. Langkah ini juga sejalan dengan data luas RTH Jakarta yang kini mencapai 3.700 hektare, meski masih jauh dari ideal 30 persen dari total luas wilayah.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah pembangunan taman ini akan tepat waktu mengingat cuaca dan tantangan teknis di lapangan. Pengalaman proyek serupa di Jakarta sering kali mengalami keterlambatan. Meski demikian, dengan progres yang sudah mencapai sepertiga, optimisme untuk penyelesaian tepat waktu masih terbuka. Yang lebih penting, taman ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau pasif, tetapi juga menjadi pusat kegiatan komunitas yang aktif, mendorong gaya hidup sehat di tengah hiruk-pikuk kota.



