Thailand dan Malaysia Melaju ke Semifinal Piala AFF 2026: Siapa yang Akan Menghentikan Gajah Perang?
Baca dalam 60 detik
- Thailand memastikan tempat di semifinal dengan kemenangan sempurna 2-0 atas Myanmar, memuncaki Grup B dengan 12 poin.
- Malaysia menyusul setelah menang tipis 1-0 atas Filipina, menembus semifinal untuk kedua kalinya sejak 2018.
- Semifinal akan mempertemukan Thailand dengan Singapura, sementara Malaysia menantang juara bertahan Vietnam.

Bangkok, 9 Agustus 2026 โ Thailand membuktikan statusnya sebagai kandidat terkuat juara Piala AFF 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Myanmar di Stadion Rajamangala, Sabtu malam. Dua gol penalti dari Worachit Kanitsribumphen dan Jehhanafee Mamah memastikan skuad asuhan Anthony Hudson menyapu bersih fase grup dengan empat kemenangan beruntun. Hasil ini sekaligus mengirimkan sinyal peringatan bagi para pesaing di babak gugur.
Di sisi lain, Malaysia juga mengamankan tiket semifinal setelah menundukkan Filipina 1-0 di Kuala Lumpur. Gol semata wayang Pavithran Gunalan pada menit ke-16 menjadi pembeda, membawa Harimau Malaya mengumpulkan sembilan poin dari empat laga. Ini adalah pencapaian yang tidak pernah diraih Malaysia sejak edisi 2018, dan menjadi modal berharga jelang menghadapi juara bertahan Vietnam.
Thailand, yang kini berstatus juara tujuh kali, tampil dominan sepanjang babak penyisihan. Namun, kemenangan atas Myanmar tidak datang tanpa perlawanan. Lwin Moe Aung nyaris menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama, namun sepakan kerasnya dari sudut sempit masih membentur mistar gawang. Keberuntungan berpihak pada Gajah Perang, yang kemudian menggandakan keunggulan melalui penalti kedua pada menit ke-52.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi bahan evaluasi penting. Tim Garuda, yang gagal melaju dari fase grup, harus belajar dari konsistensi Thailand dan kebangkitan Malaysia. Pelatih dan federasi sepak bola nasional perlu memperhatikan bagaimana kedua tim tersebut membangun skuad yang solid dan disiplin taktis, terutama dalam menghadapi tekanan di laga-laga krusial.
Menariknya, kemenangan Malaysia juga menandai kebangkitan generasi baru. Pavithran, yang baru pertama kali mencetak gol untuk tim senior, mengungkapkan kebanggaannya dan menegaskan target berikutnya: mengalahkan Vietnam. โSaya sangat bangga dan bahagia. Ini gol internasional pertamaku bersama tim utama. Tanpa rekan setim, kami tidak akan bisa melakukannya. Selanjutnya, kami akan mengalahkan Vietnam,โ ujarnya seperti dikutip dari laman resmi turnamen.
Di sisi lain, pelatih Thailand Anthony Hudson patut diacungi jempol atas keberaniannya memainkan pemain muda seperti Jehhanafee. Keputusan tersebut terbukti efektif, tidak hanya untuk hasil jangka pendek tetapi juga untuk regenerasi tim. Jehhanafee sendiri mengaku percaya diri saat mengeksekusi penalti, dan menegaskan timnya tidak akan meremehkan Singapura di semifinal.
Piala AFF tahun ini merayakan edisi ke-30, dan persaingan semakin ketat. Thailand akan bertandang ke Singapura pada 15 Agustus, sementara Malaysia menjamu Vietnam di Kuala Lumpur sehari kemudian. Leg kedua dijadwalkan pada 18-19 Agustus. Dengan format kandang-tandang, keunggulan gol tandang bisa menjadi faktor penentu.
Pertanyaan besarnya: akankah Thailand mampu mempertahankan rekor sempurna hingga final, atau mampukah Malaysia mengejutkan juara bertahan Vietnam? Bagi publik sepak bola Asia Tenggara, babak semifinal ini menjanjikan duel yang tidak boleh dilewatkan.



