Snooki Jalani Histerektomi Usai Terdiagnosis Kanker Serviks: 'Saya Ingin Memberi Platform bagi Perempuan'
Baca dalam 60 detik
- Bintang reality show Jersey Shore, Nicole 'Snooki' Polizzi, mengangkat rahim, leher rahim, dan sebagian vagina setelah didiagnosis kanker serviks stadium awal.
- Dalam video emosional di Instagram, ia mengaku kesulitan menahan nyeri pascaoperasi, namun tetap berusaha optimis dan berterima kasih kepada tim medis.
- Tindakan ini menyisakan ovarium sehingga ia tidak mengalami menopause dini, sekaligus memperbaiki otot perut yang terpisah akibat kehamilan.

Nicole 'Snooki' Polizzi, bintang acara realitas Jersey Shore, menjalani histerektomi total setelah didiagnosis menderita kanker serviks stadium satu pada awal tahun ini. Dalam unggahan video di Instagram, Sabtu (1/8), ibu tiga anak itu mengaku operasi berjalan sukses, tetapi ia menangis karena harus berjuang melawan rasa sakit yang luar biasa pascaoperasi.
Polizzi, yang berusia 38 tahun, mengangkat rahim, leher rahim, saluran tuba, dan "setengah" dari vaginanya. Ia mengaku sempat histeris sebelum operasi, namun tenaga medis di rumah sakit membantunya melewati momen tersebut. "Saya sudah bilang, saya tidak tahan sakit. Saya benar-benar mencoba tegar, tapi ini tidak mudah," ujarnya dalam video yang diunggahnya.
Operasi ini juga memberikan keuntungan tambahan: dokter berhasil merapikan kembali otot perutnya yang terpisah akibat tiga kali kehamilan dan persalinan. Selain itu, ovariumnya dipertahankan, sehingga Polizzi tidak akan mengalami menopause dalam waktu dekat. Keputusan ini menjadi sorotan karena banyak perempuan harus menghadapi konsekuensi hormonal setelah pengangkatan organ reproduksi.
Polizzi, yang dikenal dengan gaya hidup glamor di layar kaca, kini memilih membagikan perjuangannya secara terbuka. "Saya sedang sangat rentan. Tapi saya rasa dalam perjalanan ini, saya memang harus terbuka. Ini menakutkan, dan banyak perempuan mengalaminya, tapi jarang yang membicarakannya. Saya ingin menjadi wadah bagi kita semua," tuturnya. Ia juga mengingatkan para pengikutnya untuk rutin melakukan pap smear.
Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker serviks masih menjadi tantangan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, dengan sebagian besar kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. Padahal, skrining rutin seperti pap smear dan tes HPV dapat mencegah hingga 90% kasus.
Keterbukaan Polizzi diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan, termasuk di Indonesia, untuk berani memeriksakan diri. Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Andi Kurniawan, SpOG, "Deteksi dini adalah kunci. Jika ditemukan pada stadium awal, angka kesembuhan bisa mencapai 90%." Ia menambahkan bahwa vaksinasi HPV juga penting dilakukan sejak usia remaja.
Respons dari sesama selebriti pun mengalir deras. Penyanyi Meghan Trainor berkomentar, "Kamu adalah supermom." Dukungan publik menunjukkan bahwa isu kesehatan reproduksi perempuan kini semakin terbuka untuk dibicarakan, meski masih banyak stigma yang harus dihilangkan.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah: akankah pengalaman Polizzi mampu menggeser paradigma tentang kesehatan perempuan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia? Dengan semakin banyaknya figur publik yang berani bersuara, harapannya adalah kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi semakin meningkat, sehingga angka kematian akibat kanker serviks dapat ditekan secara signifikan.



